Advertisement

Tol Jogja-Solo Seksi 2.1 Dibangun Melayang di Atas Selokan Mataram

Catur Dwi Janati
Kamis, 09 April 2026 - 19:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Tol Jogja-Solo Seksi 2.1 Dibangun Melayang di Atas Selokan Mataram Potret Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.1 IC Purwomartani-Maguwoharjo pada Senin (30/3/2026) - Harian Jogja // Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.1 ruas Interchange Purwomartani hingga Ramp On/Off Maguwoharjo dipastikan akan didominasi konstruksi melayang (elevated).

Ruas jalan bebas hambatan ini dirancang membentang dari Purwomartani menuju barat hingga Maguwoharjo, dengan jalur yang melintas di atas Selokan Mataram dan Ring Road Utara.

Advertisement

General Superintendent PT Daya Mulia Turangga, Dwi Yulianto, menegaskan bahwa mayoritas konstruksi akan menggunakan konsep elevated.

“Mayoritas elevated ya. Hampir 100% elevated,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Membentang hingga Maguwoharjo

Dari titik awal di Purwomartani, ruas tol ini akan berakhir di kawasan Maguwoharjo. Lokasi Ramp On dan Ramp Off direncanakan berada di sekitar Hotel Aveon.

“Ramp On berada sebelum Hotel Aveon, sedangkan Ramp Off kurang lebih di seberangnya,” jelas Dwi.

Pilar Dibangun di Atas Selokan Mataram

Pada tahap awal pembangunan, sepanjang sekitar 1,4 kilometer pertama akan difokuskan pada pengerjaan pilar di area Selokan Mataram.

Pilar-pilar tersebut akan dibangun di sisi kiri dan kanan selokan, dengan beberapa titik menggunakan konstruksi gabungan.

“Yang di area pertama itu kira-kira 1,4 kilometer berada di atas Selokan Mataram,” ungkapnya.

Pertimbangan Aspek Heritage

Dwi menambahkan, pembangunan di kawasan Selokan Mataram dilakukan dengan mempertimbangkan nilai historisnya sebagai salah satu infrastruktur warisan.

Karena itu, desain konstruksi diupayakan tidak merusak struktur utama selokan.

“Karena Selokan Mataram kan jadi heritage, tentunya secara perencanaan kami hindari [gangguan langsung],” tegasnya.

Dengan konsep melayang ini, proyek Tol Jogja-Solo diharapkan mampu meminimalkan pembebasan lahan sekaligus menjaga keberadaan infrastruktur bersejarah di wilayah Sleman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pencairan JHT Gratis, Peserta Diminta Hindari Calo

Pencairan JHT Gratis, Peserta Diminta Hindari Calo

News
| Kamis, 09 April 2026, 21:07 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement