Advertisement
53 SMP Ikuti LCC Museum Sleman 2026, Ini Jadwalnya
Kabupaten Sleman
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kebudayaan Sleman menggelar Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) 2026 yang diikuti 53 sekolah tingkat SMP se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi sejarah dan budaya di kalangan pelajar.
Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Disbud Sleman, Joko Dwi Haryadi, menjelaskan seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyisihan hingga final.
Advertisement
“Dari 53 peserta di babak penyisihan, akan disaring menjadi sembilan tim di semifinal dan tiga tim terbaik di final,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Jadwal dan Tahapan Lomba
BACA JUGA
Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (16/4/2026) pukul 09.00 WIB di Aula Pangripto Bappeda Sleman dan Ruang Rapat Rukun Dinas Kebudayaan Sleman.
Peserta yang lolos akan melanjutkan ke babak semifinal dan final pada 22–23 April 2026 di Museum Gunungapi Merapi, Pakem.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, Disbud Sleman menggandeng Dinas Pendidikan serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS. Materi yang diujikan disusun agar selaras dengan kurikulum sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
“Tujuannya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai sejarah, budaya, dan fungsi museum sebagai sarana edukasi,” kata Joko.
Pembinaan Menuju Tingkat Provinsi
Pemenang pertama tingkat kabupaten akan mengikuti program pembinaan intensif selama tiga hari pada Juni 2026. Program ini menjadi persiapan sebelum mewakili Sleman di LCCM tingkat Provinsi DIY pada Juli 2026.
Selain LCCM, Disbud Sleman juga menggelar kompetisi bahasa dan sastra secara berjenjang dari tingkat SD hingga umum. Peserta terbaik akan dikirim mewakili Sleman ke tingkat provinsi.
Terdapat tujuh cabang lomba yang dipertandingkan, yakni Macapat, Menulis Cerita Cekak (Cerkak), Membaca Geguritan, Menulis Aksara Jawa, Sesorah, Pranata Adicara, dan Mendongeng.
Beberapa kategori memiliki batasan usia, seperti lomba Macapat untuk tingkat SD hingga SMA, sementara kategori umum difokuskan pada lomba mendongeng.
Pelestarian Budaya Berkelanjutan
Disbud Sleman juga rutin menggelar apresiasi Macapat setiap Selasa Wage di rumah dinas bupati sebagai bagian dari pelestarian budaya. Selain itu, pelatihan menulis Aksara Jawa terus didorong untuk memperkuat karakter generasi muda.
Melalui berbagai program ini, Pemkab Sleman berharap nilai-nilai budaya Jawa tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









