Aksi Kekerasan Pelajar di Jogja Marak Dua Kejadian Terjadi Beruntun
Dua insiden pelajar terjadi di Jogja, mulai pelemparan sekolah hingga remaja membawa sajam. Polisi masih menyelidiki motif kejadian.
PSIM Store di Bandara YIA, Kulonprogo saat dibuka secara resmi, pada Kamis (9/4/2026) lalu. Ist/ Dok. PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Kehadiran gerai resmi PSIM Jogja di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), di Kulonprogo, mulai menjadi strategi baru untuk memperluas jangkauan pasar, khususnya menyasar wisatawan yang datang dan pergi dari DIY.
Gerai yang resmi dibuka pada Kamis (9/4/2026) itu menempati lokasi strategis di area bandara, menjadikannya salah satu titik pertama yang dilihat pengunjung saat tiba di Yogyakarta.
Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, menegaskan kehadiran toko ini bukan sekadar aktivitas komersial, tetapi juga bagian dari identitas daerah.
“PSIM ini milik warga Yogyakarta, merupakan entitas dari Yogyakarta itu sendiri. Kehadiran store ini menjadi simbol keterlibatan dan kebanggaan terhadap PSIM Jogja,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Langkah membuka gerai di bandara merupakan hasil kolaborasi antara manajemen klub dan pengelola bandara. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong penjualan merchandise sekaligus memperkuat ekosistem olahraga dan ekonomi kreatif di ruang publik.
Manager Commercial & Sponsorship PSIM Jogja, Halifa Difa, menyebut bandara dipilih karena menjadi titik temu berbagai kalangan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Kami ingin PSIM mampu membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan serta menjalin kerja sama strategis, termasuk dengan Angkasa Pura di Bandara YIA,” katanya.
Ia menambahkan, produk resmi klub diharapkan bisa menjadi alternatif oleh-oleh khas Yogyakarta bagi para pelancong.
“Kami ingin PSIM menjadi salah satu representasi atau oleh-oleh kebanggaan bagi para pengunjung yang datang ke Yogyakarta,” paparnya.
Dari sisi pengelola bandara, kehadiran gerai ini dinilai sejalan dengan fungsi bandara yang kini berkembang sebagai ruang ekonomi dan budaya, bukan sekadar tempat transit.
General Manager Angkasa Pura, Muhammad Thamrin, berharap keberadaan PSIM Store dapat memperkuat ekosistem sepak bola sekaligus menambah daya tarik kawasan bandara.
“Bandara bukan hanya sebagai tempat transit, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan pertumbuhan, termasuk dalam konteks kota Yogyakarta. Kami berharap kehadiran PSIM Store dapat turut membangun ekosistem sepak bola sekaligus menambah keceriaan di bandara ini,” ujarnya.
Dengan posisi strategis tersebut, PSIM optimistis dapat semakin dekat dengan suporter sekaligus memperluas eksposur ke wisatawan domestik maupun mancanegara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua insiden pelajar terjadi di Jogja, mulai pelemparan sekolah hingga remaja membawa sajam. Polisi masih menyelidiki motif kejadian.
Studi terbaru menunjukkan kopi, termasuk decaf, dapat meningkatkan kesehatan usus, menurunkan stres, dan mendukung fungsi otak melalui mikrobioma.
Maruti Suzuki India dikabarkan siap meluncurkan mobil flex fuel E100 berbasis etanol untuk Wagon R dan Fronx pada 2026 sebagai bagian dari transisi energi bersi
Tunggal putra Alwi Farhan lolos ke semifinal Singapore Open 2026 usai membungkam wakil Jepang Kodai Naraoka dua gim langsung 21-12, 21-17.
PSIM Jogja cenderung mempertahankan staf pelatih lokal musim depan. Jean-Paul Van Gastel fokus evaluasi tim dan peningkatan aspek taktik pemain.
Sapi kurban 1,1 ton di Sleman jadi sorotan. Dikirim sosok misterius TIW, daging melimpah hingga dibagikan lintas daerah.