Advertisement
Anak SD Sleman Unjuk Karya Langen Carita Bertema Lingkungan
Ilustrasi Sekolah - Ist/Riauonline
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Festival Langen Carita 2026 di Gedung Serbaguna Sedan, Sariharjo, di Ngaglik, Kabupaten Sleman, tuntas digelar dengan menampilkan karya seni siswa Sekolah Dasar yang mengangkat isu lingkungan. Ajang ini sekaligus menjadi sarana pembinaan generasi muda dalam menjaga nilai budaya lokal.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan Sleman tersebut melibatkan lima kapanewon, yakni Moyudan, Mlati, Berbah, Seyegan, dan Depok. Seluruh peserta menampilkan pertunjukan yang memadukan tari, tembang, serta iringan gamelan dalam satu kesatuan cerita.
Advertisement
Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Disbud Sleman, Dekhi Nugroho, menjelaskan tema “Cinta Alam dan Kesadaran Lingkungan” dipilih untuk menanamkan kepedulian ekologis sejak dini melalui pendekatan seni tradisional.
Menurutnya, dukungan Dana Keistimewaan DIY juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pertunjukan. Setiap kelompok mendapat fasilitasi anggaran sebesar Rp28,97 juta yang digunakan untuk mendukung seluruh aspek produksi, mulai dari honor pelaku seni hingga penataan artistik.
BACA JUGA
Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional yang terdiri dari Wahyudi Purnomo, Sri Wahyuningsih, dan G.S. Darto. Para peserta memperebutkan predikat penyaji terbaik dengan hadiah pembinaan hingga Rp10 juta.
Berdasarkan hasil penilaian, Kapanewon Mlati berhasil meraih Penyaji Terbaik I melalui karya berjudul Njaga Bumi Lestari. Posisi kedua ditempati Kapanewon Seyegan dengan Ojo Dumeh, sedangkan Kapanewon Berbah meraih peringkat ketiga lewat karya Piwulang.
“Ini penting kita lestarikan, karena ini adalah warisan budaya kita. Ini cocok sekali untuk membentuk karakter generasi muda, anak-anak kita, karena di dalam langen carita itu ada norma-norma budaya, nilai-nilai budaya yang positif, yang harus kita lestarikan,” kata Dekhi, Minggu (12/4/2026).
Juara pertama dari festival ini akan mewakili Kabupaten Sleman di tingkat provinsi pada 8–9 Mei 2026. Ajang tersebut menjadi tahap lanjutan untuk bersaing dengan perwakilan kabupaten dan kota lain di DIY.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Sleman berharap muncul generasi baru seniman yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kesadaran kuat terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DPRD Jogja Gelar Penghormatan Terakhir untuk Adrian Subagyo
- Forum UMKM Kulonprogo Dibentuk, Fokus Digitalisasi dan Kolaborasi
- Harlah Muslimat NU, Sultan Tekankan Peran Ibu Bangun Bangsa
- Haji 2026 Aman, Ratusan Jemaah Bantul Tetap Terbang Awal Mei
- Bus Sekolah Sleman Timur Laris, Hampir 1.000 Penumpang
Advertisement
Advertisement









