Advertisement

Bank Sampah di Baciro Jogja Kini Punya Timbangan Digital Baru

Lugas Subarkah
Kamis, 16 April 2026 - 15:07 WIB
Maya Herawati
Bank Sampah di Baciro Jogja Kini Punya Timbangan Digital Baru Penyerahan timbangan digital untuk bank sampah Baciro, beberapa waktu lalu./ ist Kelurahan Baciro

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Aktivitas bank sampah di Baciro didorong semakin rapi dan terukur setelah 24 unit timbangan digital mulai didistribusikan ke sejumlah RW. Perangkat ini diharapkan membuat proses penimbangan sampah anorganik lebih akurat sekaligus meningkatkan rutinitas pengelolaan sampah di tingkat warga.

Timbangan digital tersebut merupakan realisasi program fisik triwulan pertama 2026 di Kelurahan Baciro, yang sebelumnya direncanakan melalui Musrenbang 2025. Setelah serah terima dari penyedia, seluruh unit langsung disalurkan kepada bank sampah melalui ketua di masing-masing RW.

Advertisement

Lurah Baciro, Sutikno, menjelaskan seluruh timbangan memiliki kapasitas hingga 150 kilogram dan berbahan logam, dilengkapi perangkat digital untuk memudahkan pencatatan hasil penimbangan.

“Pengadaan 24 unit timbangan digital tahun anggaran 2026 dilaksanakan dengan rekanan penyedia CV. Trans Global Inovasi dari Bantul. Proses pengadaan menggunakan aplikasi sistem pengadaan secara elektronik yaitu INAPROC Katalog Elektronik,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, perangkat ini menggunakan sumber energi baterai isi ulang yang dilengkapi alat pengisi daya dan buku panduan penggunaan. Fitur ini dinilai memudahkan operasional di lingkungan warga tanpa bergantung pada listrik langsung.

Distribusi hibah mencakup 24 bank sampah di berbagai RW, antara lain Bank Sampah Gempita RW 01, Kusumasari RW 02, Kusuma RW 03, Ceria RW 04, Cindelaras RW 05, Kusumajaya RW 06, Dua Dua RW 06, Radio Umum RW 07, Mawar Merah RW 07, Kuncung RW 09, Nastiti Mandiri RW 10, Mawar Basa RW 11, Sumber Arto RW 12, Tridaya RW 13, Perwira 1 RW 14, Perwira 2 RW 14, Mojo Indah RW 15, Gemi Setiti RW 16, Ngudi Resik Noto Omah RW 17, Migunani RW 18, Cattleya RW 19, Ngudi Rejeki 2 RW 20, Anggrek Bersemi RW 20, serta Melati RW 21.

Menurut Sutikno, pengadaan ini bertujuan memperkuat aktivitas utama bank sampah, yakni pemilahan sampah anorganik yang kemudian ditimbang dan disalurkan ke pengepul. Ia menilai keberadaan timbangan akan mendorong konsistensi kegiatan tersebut.

“Rutinitas penimbangan menjadi indikator bahwa pemilahan sampah sudah berjalan di masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah), khususnya dalam pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah di lingkungan warga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Harga Kedelai Melonjak, Ancaman Cabut Izin Menguat

Harga Kedelai Melonjak, Ancaman Cabut Izin Menguat

News
| Kamis, 16 April 2026, 19:57 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement