Advertisement

Jogja Ubah WJNC Jadi Sepekan, Malioboro Diprediksi Membludak

Stefani Yulindriani Ria S. R
Kamis, 16 April 2026 - 16:37 WIB
Sunartono
Jogja Ubah WJNC Jadi Sepekan, Malioboro Diprediksi Membludak Gelaran WJNC 2024. - Foto dok - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Penyelenggaraan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tahun ini bakal berlangsung lebih lama dengan konsep sepekan penuh.

Perubahan durasi lebih panjang ini disiapkan untuk mendorong perputaran ekonomi warga sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kota Jogja.

Advertisement

Selain memperpanjang waktu pelaksanaan, lokasi utama karnaval juga direncanakan bergeser ke kawasan Malioboro. Kawasan ini dinilai memiliki daya tarik lebih kuat bagi wisatawan, sementara kawasan Tugu Jogja tetap difungsikan sebagai lokasi pendukung kegiatan tambahan.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyebut langkah tersebut sebagai strategi untuk memperluas dampak ekonomi dari event tahunan itu. Menurutnya, semakin lama kegiatan berlangsung, semakin besar peluang transaksi yang terjadi di sektor wisata dan usaha kecil.

“Dengan durasi lebih panjang, diharapkan dampak ekonominya bisa lebih terasa bagi masyarakat, wisatawan bisa lebih lama tinggal di Kota Jogja,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Meski durasi diperpanjang, Pemkot Jogja tidak menambah anggaran dari APBD Kota Jogja. Sebagai gantinya, penyelenggaraan akan mengandalkan kolaborasi dengan pihak swasta melalui berbagai acara pendamping atau side event. Hasto optimistis kolaborasi tersebut akan bisa berjalan dengan baik.

“Kita dorong kreativitas lewat kolaborasi dengan mitra swasta. Side event bisa digelar tanpa bergantung pada APBD,” jelasnya.

Dalam skema tersebut, penyelenggara side event diberi keleluasaan mencari sponsor secara mandiri. Cara ini dinilai mampu menjaga kemeriahan acara tanpa membebani keuangan daerah.

Perubahan konsep ini juga diharapkan berdampak pada lonjakan jumlah pengunjung. Jika sebelumnya jumlah penonton berkisar 40.000 hingga 60.000 orang, maka dengan durasi sepekan angka itu ditargetkan meningkat lebih dari dua kali lipat. "Tentu harapannya jumlah kunjungan bisa meningkat," katanya.

Pemkot Jogja juga menegaskan bahwa WJNC diupayakan tetap gratis bagi masyarakat. Dukungan sponsor diharapkan dapat menutup kebutuhan pembiayaan tanpa harus menarik tiket masuk.

“Saya berharap tidak berbayar. Biasanya swasta kreatif mencari sponsor, sehingga acara tetap bisa dinikmati masyarakat tanpa membeli tiket,” ujar Hasto.

Sebagamana diketahui, awalnya, WJNC digagas oleh Pemerintah Kota Yogyakarta sekitar tahun 2016 sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kota Jogja. Saat itu, pemerintah ingin menciptakan event malam hari yang mampu menarik wisatawan sekaligus memberi ruang ekspresi bagi seniman lokal.

Dari situ lahirlah konsep karnaval jalanan dengan mengusung tema besar wayang, yang merupakan salah satu warisan budaya kuat di Yogyakarta.

Pada penyelenggaraan perdana, WJNC langsung mencuri perhatian karena menggabungkan unsur tradisi dan modern. Tokoh-tokoh wayang seperti Bima, Arjuna, hingga Gatotkaca ditampilkan dalam bentuk kostum karnaval berukuran besar, lengkap dengan tata cahaya dan koreografi teatrikal di jalan.

Rute awalnya biasanya berada di kawasan Tugu Jogja hingga Malioboro, yang memang menjadi pusat keramaian kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang

Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang

News
| Kamis, 16 April 2026, 19:47 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement