Advertisement

Jemput Bola Kartu Kuning di Bantul, Urus Cuma 15 Menit

Yosef Leon
Jum'at, 17 April 2026 - 23:07 WIB
Jumali
Jemput Bola Kartu Kuning di Bantul, Urus Cuma 15 Menit Tenaga Kerja. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pencari kerja di Bantul kini tak perlu repot datang ke kantor untuk mengurus kartu kuning. Disnakertrans setempat menghadirkan layanan jemput bola ke kapanewon hingga sekolah, dengan proses cepat hanya sekitar 15 menit.

Program jemput bola ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang membutuhkan kartu kuning sebagai syarat melamar pekerjaan. Layanan tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan terus diperluas jangkauannya.

Advertisement

Pengantar Kerja Ahli Pertama Disnakertrans Bantul, Rahardian Aditya Maulana, mengatakan pihaknya secara bertahap menambah lokasi layanan agar semakin dekat dengan masyarakat, terutama di wilayah yang belum tersentuh layanan sebelumnya.

"Tahun ini target kami di empat lokasi dan tahun lalu tiga lokasi untuk program pengurusan jemput bola pengurusan kartu kuning," jelasnya, Jumat (17/4/2026).

Empat lokasi yang disasar pada 2026 meliputi Kapanewon Dlingo, Pajangan, Piyungan, serta SMK 1 Sewon. Hingga April, layanan telah dilaksanakan di Dlingo dan Pajangan, sementara dua lokasi lainnya akan segera menyusul.

Setiap pelaksanaan layanan menunjukkan respons positif dari masyarakat. Dalam satu lokasi, jumlah pemohon bisa mencapai 15 hingga 20 orang. Tingginya antusiasme ini terutama terlihat di kawasan dengan aktivitas industri seperti Banguntapan dan Sewon.

"Pengurusannya gratis, maksimal 10-15 menit selesai. Antusiasmenya cukup tinggi kalau di daerah industri seperti Banguntapan dan Sewon," ujar Aditya.

Selain mempercepat proses, layanan ini juga membantu masyarakat mempersiapkan dokumen lebih matang. Informasi kegiatan biasanya sudah diumumkan sekitar satu minggu sebelumnya melalui media sosial, sehingga calon pemohon dapat melengkapi persyaratan sebelum datang ke lokasi.

Penentuan lokasi layanan dilakukan secara selektif dengan prioritas wilayah yang belum pernah mendapatkan layanan serupa. Hal ini bertujuan untuk pemerataan akses pelayanan publik di seluruh wilayah Bantul.

Meski demikian, masyarakat tetap dapat mengurus kartu kuning melalui layanan reguler di kantor Disnakertrans Bantul pada jam kerja. Prosedur dan hasil layanan tidak berbeda dengan program jemput bola.

"Di kantor kami juga bisa. Tidak ada bedanya, pelayanan yang dilakukan sama, produknya juga sama. Yang jemput bola ini sifatnya hanya agar lebih mendekatkan saja," jelasnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran. Data menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Bantul pada 2025 turun menjadi 3,57 persen, dibandingkan 3,62 persen pada tahun sebelumnya.

Selain layanan kartu kuning, Disnakertrans Bantul juga rutin menggelar berbagai program pendukung, seperti penyuluhan jabatan, job fair skala kecil, serta pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Melalui kombinasi layanan administrasi yang mudah dan peningkatan keterampilan tenaga kerja, pemerintah berharap peluang kerja masyarakat Bantul semakin terbuka luas di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional

Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional

News
| Jum'at, 17 April 2026, 23:12 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement