Advertisement
Tol Jogja-Solo dan PSEL Piyungan Jadi Andalan Investasi Bantul
Foto ilustrasi investasi. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan lonjakan realisasi investasi pada 2026 dengan mengandalkan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah berjalan di wilayahnya. Dua proyek utama yang diharapkan menjadi motor pertumbuhan adalah pembangunan jalan tol Jogja-Solo di kawasan Sedayu serta proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Piyungan.
Kepala DPMPTSP Bantul, Annihayah, mengungkapkan bahwa target investasi Bantul tahun ini ditetapkan sebesar Rp900 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi target tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp425 miliar.
Advertisement
Target ini merupakan bagian dari pembagian target investasi daerah dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang secara keseluruhan mencapai Rp10 triliun pada 2026.
Menurut Annihayah, capaian investasi Bantul sebenarnya telah melampaui target jangka menengah daerah. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026, target investasi ditetapkan sebesar Rp3,11 triliun, sementara realisasi hingga tahun lalu sudah menembus Rp4,36 triliun.
BACA JUGA
“Karena target jangka menengah sudah terlampaui, maka kami perlu mendorong capaian yang lebih tinggi lagi di tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan proyek tol Jogja-Solo di wilayah barat Bantul diharapkan mampu menggerakkan sektor konstruksi sekaligus membuka peluang usaha baru. Sementara itu, proyek PSEL Piyungan diproyeksikan menjadi pendorong investasi berbasis energi ramah lingkungan.
Namun demikian, sektor industri di Bantul masih menghadapi tantangan karena kawasan industri yang ada belum berkembang optimal.
Sementara itu, Panewu Anom Sedayu, Rumiyati, menilai pembangunan tol Jogja-Solo memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan daya tarik investasi di wilayahnya. Infrastruktur tersebut dinilai mampu mempercepat mobilitas orang dan barang, sehingga membuka peluang berkembangnya berbagai sektor usaha.
Menurutnya, kawasan Sedayu memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi baru, terutama di sekitar akses keluar-masuk tol. Sektor properti, pergudangan, kuliner, hingga jasa diprediksi akan tumbuh seiring meningkatnya aksesibilitas.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, wilayah kami menjadi lebih menarik bagi investor. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia juga mendorong masyarakat setempat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berpartisipasi sebagai pelaku usaha agar dapat merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi tersebut.
Dengan sinergi antara proyek nasional dan kesiapan daerah, Bantul optimistis mampu meningkatkan investasi sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal di tengah persaingan antarwilayah yang semakin ketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bau Menyengat di Muja Muju, Bongkar Temuan Lansia Meninggal di Rumah
- Dari Desa ke Dunia, Pemuda Kulonprogo Diajak Bikin Wisata Viral
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini 19 April 2026, Berangkat Sejak Subuh
- Jemaah Haji Kulonprogo Dipantau Ketat, Diabetes Paling Rentan
- Proyek Disetujui, Ini Rute Wisata Kereta Gantung di Kawasan Prambanan
Advertisement
Advertisement








