Advertisement

Tol Jogja-Solo dan PSEL Piyungan Jadi Andalan Investasi Bantul

Yosef Leon
Minggu, 19 April 2026 - 12:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Tol Jogja-Solo dan PSEL Piyungan Jadi Andalan Investasi Bantul Foto ilustrasi investasi. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan lonjakan realisasi investasi pada 2026 dengan mengandalkan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah berjalan di wilayahnya. Dua proyek utama yang diharapkan menjadi motor pertumbuhan adalah pembangunan jalan tol Jogja-Solo di kawasan Sedayu serta proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Piyungan.

Kepala DPMPTSP Bantul, Annihayah, mengungkapkan bahwa target investasi Bantul tahun ini ditetapkan sebesar Rp900 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi target tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp425 miliar.

Advertisement

Target ini merupakan bagian dari pembagian target investasi daerah dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang secara keseluruhan mencapai Rp10 triliun pada 2026.

Menurut Annihayah, capaian investasi Bantul sebenarnya telah melampaui target jangka menengah daerah. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026, target investasi ditetapkan sebesar Rp3,11 triliun, sementara realisasi hingga tahun lalu sudah menembus Rp4,36 triliun.

“Karena target jangka menengah sudah terlampaui, maka kami perlu mendorong capaian yang lebih tinggi lagi di tahun ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan proyek tol Jogja-Solo di wilayah barat Bantul diharapkan mampu menggerakkan sektor konstruksi sekaligus membuka peluang usaha baru. Sementara itu, proyek PSEL Piyungan diproyeksikan menjadi pendorong investasi berbasis energi ramah lingkungan.

Namun demikian, sektor industri di Bantul masih menghadapi tantangan karena kawasan industri yang ada belum berkembang optimal.

Sementara itu, Panewu Anom Sedayu, Rumiyati, menilai pembangunan tol Jogja-Solo memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan daya tarik investasi di wilayahnya. Infrastruktur tersebut dinilai mampu mempercepat mobilitas orang dan barang, sehingga membuka peluang berkembangnya berbagai sektor usaha.

Menurutnya, kawasan Sedayu memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi baru, terutama di sekitar akses keluar-masuk tol. Sektor properti, pergudangan, kuliner, hingga jasa diprediksi akan tumbuh seiring meningkatnya aksesibilitas.

“Dengan konektivitas yang semakin baik, wilayah kami menjadi lebih menarik bagi investor. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat setempat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berpartisipasi sebagai pelaku usaha agar dapat merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi tersebut.

Dengan sinergi antara proyek nasional dan kesiapan daerah, Bantul optimistis mampu meningkatkan investasi sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal di tengah persaingan antarwilayah yang semakin ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Deretan 10 Pemilik Klub Olahraga Terkaya Dunia 2026

Deretan 10 Pemilik Klub Olahraga Terkaya Dunia 2026

News
| Minggu, 19 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement