Regulasi Baru Disiapkan untuk Lindungi Petani di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
Kepsek SDN Kepek 1 Saptosari, Marsum saat memperlihatkan kondisi ruang di kelas 6 yang jebol, Jumat (17/4). /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kondisi memprihatinkan terjadi di SD Negeri Kepek 1 di Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Sebagian besar ruang belajar rusak parah hingga tidak bisa digunakan, memaksa kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke tempat lain.
Dari total 12 ruangan yang dimiliki sekolah, sebanyak enam di antaranya mengalami kerusakan berat. Lima ruang kelas dan satu perpustakaan kini tidak layak pakai akibat atap jebol, bocor, hingga lapuk dimakan usia.
Kepala SD Negeri Kepek 1, Marsum, mengatakan beberapa kerusakan bahkan sudah terjadi sejak lama. Ruang perpustakaan, misalnya, sudah rusak sejak tahun lalu, sementara ruang kelas 6 mengalami atap ambrol pada Februari 2026.
“Total ada 12 ruangan, yang rusak ada enam. Bahkan ada yang sudah tiga tahun tidak bisa digunakan karena bocor dan atapnya lapuk,” kata Marsum, Minggu (19/4/2026).
Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di ruang kelas 3 yang dinilai membahayakan sehingga tidak lagi digunakan untuk pembelajaran. Saat ini, hanya dua ruang kelas yang benar-benar aman dipakai siswa.
Akibat keterbatasan ruang, pihak sekolah terpaksa memindahkan aktivitas belajar ke lokasi alternatif, salah satunya masjid yang berada di lingkungan sekolah.
“Untung ambrolnya pas malam, jadi tidak ada korban. Untuk ruang yang rusak hanya dijadikan gudang penyimpanan alat yang tidak terpakai,” ujarnya.
Dengan jumlah 148 siswa dan 14 tenaga pengajar serta karyawan, sekolah harus beradaptasi dengan kondisi darurat ini. Guru dan staf juga melakukan pengawasan ketat agar siswa tidak bermain di sekitar bangunan yang rawan roboh.
“Setiap hari kami awasi agar anak-anak tidak mendekati bangunan yang rusak, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Kondisi ini juga telah mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Kepala Dinas Pendidikan, Nunuk Susilowati, mengaku sudah meninjau langsung lokasi dan menemukan ketidaksesuaian data antara sistem dapodik dengan kondisi nyata di lapangan.
“Setelah dicek, data dapodik tidak sinkron dengan kondisi riil di lapangan,” kata Nunuk.
Ia meminta pihak sekolah segera memperbarui data serta menyusun proposal perbaikan agar bantuan anggaran bisa segera diproses. Menurutnya, perbaikan tidak bisa ditunda karena menyangkut keselamatan siswa.
“Ini mendesak dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena bisa berbahaya bagi murid,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
Persija Jakarta lolos semifinal Piala Presiden 2026 usai bantai PSMS 4-1. Gol Arlyansyah, Dethan, Agi, dan Gustavo. Simak ringkasannya.
Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: pelatih Vietnam tuntut dua striker Brasil bangkit. Dukungan penuh suporter di Pakansari.
Pemkab Bantul mulai menyalurkan bantuan seragam gratis untuk siswa baru SD, SMP, MI, dan MTs pada awal hingga pertengahan Agustus 2026. Total anggaran mencapai
Jadwal bola malam ini: Persija vs PSMS, Indonesia All Stars vs Aston Villa, Man United vs Atletico. Simak jadwal lengkapnya di sini.
Kram kaki saat tidur mengganggu? Kenali 5 penyebab dan cara meredakannya. Jangan abaikan jika sering terjadi karena bisa tanda penyakit.