Advertisement
TPS3R Dekat Sekolah di Bantul Picu Keluhan Lingkungan, Ombudsman Turun
Petugas tengah memasukkan sampah ke mesin rotary hydrodryer di TPS3R Tamanan, Banguntapan, Bantul, Selasa (21/4 - 2026). Mesin itu baru dujicobakan untuk menekan bau yang ditimbulkan dan berdampak ke lingkungan sekitar.
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL — Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di kawasan Sokowaten, Tamanan, Banguntapan, Bantul menjadi sorotan setelah muncul keluhan terkait bau menyengat hingga dugaan pencemaran lingkungan. Keluhan tersebut terutama disampaikan oleh pihak sekolah yang berada di sekitar lokasi.
Ketua RT setempat, Suwarno, mengungkapkan bahwa warga sekitar sebenarnya tidak banyak menyampaikan protes. Namun, SLB Negeri 2 Bantul telah beberapa kali mengeluhkan dampak aktivitas pengolahan sampah di lokasi tersebut.
Advertisement
Menurutnya, keluhan yang disampaikan meliputi bau tidak sedap, asap, hingga kekhawatiran terhadap pencemaran lingkungan. Ia juga menegaskan bahwa sumber persoalan bukan berasal dari TPS3R yang dikelola resmi, melainkan dari aktivitas pengolahan sampah mandiri di lokasi yang berdekatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan adanya area pengolahan sampah mandiri di sisi timur TPS3R, tepatnya di dekat aliran sungai. Di lokasi tersebut masih ditemukan sisa pembakaran dan timbunan sampah, meski dalam jumlah terbatas.
BACA JUGA
Suwarno menyebut aktivitas pengolahan mandiri itu telah berlangsung sekitar satu tahun terakhir. Pihaknya mengaku sudah beberapa kali mengingatkan pengelola agar tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar, namun belum membuahkan hasil. Koordinasi dengan pemerintah setempat pun telah dilakukan untuk memberikan teguran resmi.
Sementara itu, Koordinator TPS3R Sokowaten, Novyan Solikin, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut awalnya hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara. Namun sejak 2024, TPS3R mulai melakukan pengolahan sampah dengan kapasitas hingga 10 ton per hari.
Ia menambahkan, proses pengolahan masih sebatas pemilahan sampah, baik secara manual maupun menggunakan mesin. Dari aktivitas tersebut, TPS3R mampu menghasilkan sekitar 3 ton limbah plastik per hari yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri semen.
Terkait keluhan bau, pihaknya tengah melakukan uji coba teknologi pengering sampah organik untuk mengurangi bau dan cairan lindi. Ia juga membantah adanya praktik pembakaran sampah di dalam area TPS3R.
Di sisi lain, Ombudsman RI Perwakilan DIY turut turun langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan yang masuk. Kepala perwakilan, Muflihul Hadi, menyatakan bahwa kondisi di lapangan saat ini relatif lebih baik, meski masih diperlukan evaluasi jangka panjang.
Ia menyoroti pentingnya solusi berkelanjutan mengingat lokasi TPS3R yang berdekatan dengan fasilitas pendidikan. Ombudsman juga menemukan sejumlah catatan, seperti kondisi air sumur warga yang tampak keruh meskipun tidak berbau, sehingga perlu kajian lebih lanjut.
Selain itu, ditemukan pula indikasi pembakaran sampah yang diduga dilakukan oleh pihak di luar pengelola TPS3R. Temuan ini akan dibahas bersama instansi terkait, termasuk dinas lingkungan hidup setempat.
Ke depan, berbagai langkah perbaikan diharapkan dapat dilakukan, termasuk optimalisasi teknologi pengolahan sampah dan penataan area sekitar sungai. Hal ini penting guna mencegah potensi pencemaran yang lebih luas sekaligus menjaga kenyamanan warga dan aktivitas belajar di lingkungan sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Remaja Tenggelam di Parangtritis Ditemukan Meninggal Dunia
- Ribuan Ikan Mati di Sungai Belik Pandes, Tercemar Limbah IPAL
- Disiapkan 12 Hektare, Proyek Kantor Terpadu Pemkab Gunungkidul Lanjut
- Embarkasi Hotel Kulonprogo Siap Dipakai Perdana Besok
- iPhone Tertinggal di Stasiun Tugu, Sempat Dibawa ke Luar Kota
Advertisement
Advertisement







