Advertisement

Lubang di Tengah Jembatan Jonge Semanu Picu Perbaikan Darurat

David Kurniawan
Rabu, 22 April 2026 - 21:37 WIB
Sunartono
Lubang di Tengah Jembatan Jonge Semanu Picu Perbaikan Darurat Proses perbaikan Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu yang rusak akibat dimakan faktor usia, Selasa (21/4/2026). - istimewa DPUPRKP Gunungkidul.

Advertisement

Harianjogja.com, Gunungkidul—Perbaikan Jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul mulai dikerjakan setelah kerusakan parah berupa lubang di bagian tengah mengganggu akses warga. Proyek ini ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan agar mobilitas masyarakat sekitar kembali normal.

Pengerjaan sudah dimulai sejak 17 April 2026 dengan anggaran sekitar Rp180 juta dari DPUPRKP Gunungkidul. Selain perbaikan, jembatan juga akan diperlebar untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

Advertisement

Lurah Pacarejo, Suhadi, mengatakan kerusakan jembatan sebenarnya sudah terjadi cukup lama, namun kondisi terburuk muncul sekitar satu bulan terakhir. Lubang di bagian tengah serta retakan di sejumlah sisi membuat jembatan rawan dilalui.

“Statusnya di jalan kabupaten sehingga perbaikan menjadi ranah Pemkab Gunungkidul. Setelah diketahui rusak parah, kami langsung melaporkan ke DPUPRKP agar diperbaiki karena menjadi akses warga,” katanya, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, proses pembangunan kini berjalan bersamaan dengan pelebaran badan jembatan yang sebelumnya hanya sekitar empat meter. Upaya ini diharapkan membuat akses antarwilayah lebih leluasa.

“Lebarnya hanya empat meter sehingga butuh dilebarkan. Alhamdulillah berbarengan dengan perbaikan juga ada pelebaran,” ujarnya.

Jembatan Jonge menjadi penghubung penting antara wilayah Pacarejo dengan Kalurahan Semanu di Gunungkidul. Karena itu, penyelesaian proyek tepat waktu dinilai krusial untuk mendukung aktivitas harian warga.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, menjelaskan kerusakan jembatan dipicu kombinasi faktor cuaca ekstrem dan usia bangunan yang sudah mencapai sekitar 40 tahun. Aliran air di bawah jembatan juga menggerus struktur hingga memperparah kondisi.

Ia menambahkan, konstruksi lama yang masih sederhana tanpa besi tulangan membuat jembatan semakin rentan. Seiring waktu, kekuatan struktur menurun hingga tidak mampu menahan beban dan memicu retakan serta ambrolnya bagian lantai.

“Begitu ada laporan, langsung kami cek ke lokasi. Alhamdulillah sudah mulai perbaikan dan mudah-mudahan berjalan lancar sehingga selesai tepat waktu,” kata Wadiyana.

DPUPRKP Gunungkidul memastikan anggaran pemeliharaan rutin dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan. Perbaikan ini diharapkan mampu menghadirkan akses yang lebih aman bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bareskrim Tindak Tegas Penjual Phishing Tools Lintas Negara

Bareskrim Tindak Tegas Penjual Phishing Tools Lintas Negara

News
| Rabu, 22 April 2026, 23:07 WIB

Advertisement

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Wisata
| Rabu, 22 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement