Penataan Sirip Malioboro Mulai Dibahas Pekan Depan
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Dampak El Nino di Bantul mulai diantisipasi serius oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat karena berpotensi memicu berbagai penyakit. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan yang dipicu cuaca ekstrem.
Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, Agus Tri Widiyantara, menyampaikan pihaknya telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino, termasuk melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Dia menjelaskan, dampak dari El Nino bisa memicu penurunan kualitas udara berisiko menyebabkan gangguan pernapasan, mendorong berkembangnya penyakit menular melalui vektor.
"Nyamuk menjadi mudah berkembang biak, meningkatkan risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria," ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Selain gangguan pernapasan, penurunan kualitas air dan sanitasi akibat El Nino juga dinilai berpotensi memicu penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, hingga leptospirosis.
Dinkes Bantul juga mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk melakukan sosialisasi serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara masif, termasuk melalui media sosial, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.
"Guna mewujudkan masyarakat yang tangguh, sehat, dan terlindungi dari risiko dehidrasi, penyakit tular vektor, gangguan pencernaan, gangguan gizi serta gangguan pernapasan akibat polusi debu/asap," jelasnya.
Masyarakat juga diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, mengelola makanan dan minuman secara higienis, serta memanfaatkan jamban sehat.
Upaya lain yang perlu dilakukan antara lain mengelola limbah rumah tangga dengan baik, membuang sampah pada tempatnya, memberantas jentik nyamuk, mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, rutin beraktivitas fisik, serta tidak merokok di dalam rumah.
Perhatian khusus juga diberikan pada kesehatan ibu dan anak, termasuk memastikan balita ditimbang setiap bulan, pemberian ASI eksklusif, serta persalinan ditangani tenaga kesehatan.
"Menggunakan masker saat kondisi sakit dan saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah gangguan pernafasan dan penularan penyakit, serta meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi," ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi kemarau 2026 secara terintegrasi lintas sektor.
Langkah tersebut mencakup penyampaian informasi risiko dan peringatan dini, penguatan koordinasi antarinstansi, penyusunan rencana kontingensi, hingga optimalisasi pendanaan untuk penanganan dampak El Nino.
Selain itu, menurutnya Pemkab Bantul juga mendorong langkah teknis seperti pembersihan saluran air, pemangkasan pohon berisiko, pengawasan infrastruktur.
"Serta perhatian pada sektor air bersih, kesehatan, pertanian, dan perikanan guna meminimalkan dampak kemarau dan potensi kebencanaan," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto