Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mulai memasang kuda-kuda menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi bakal berlangsung lebih lama dari biasanya. Sebanyak 7,5 juta liter air bersih atau setara dengan 1.500 tangki telah disiapkan untuk disalurkan ke wilayah-wilayah yang mulai dilanda kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengungkapkan bahwa tanda-tanda masuknya periode kering sudah mulai terasa sejak dasarian ketiga April ini. Intensitas hujan yang kian menipis menjadi indikator kuat bahwa masyarakat harus mulai bersiap menghadapi krisis air bersih.
“Hujan sudah jarang turun,” ujar Purwono saat memberikan keterangan pada Selasa (28/4/2026).
Ancaman El Nino hingga November
Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini akan dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Dampaknya, periode kering di wilayah Gunungkidul diperkirakan bisa mencapai durasi tujuh bulan lamanya.
Jika prediksi tersebut akurat, maka hujan baru akan kembali mengguyur Bumi Handayani pada awal November 2026 mendatang. Durasi yang panjang ini membuat BPBD harus bekerja ekstra cepat dalam melakukan pemetaan wilayah rawan guna memastikan distribusi bantuan air tepat sasaran.
“Mulainya akhir April dan kemungkinan baru masuk musim hujan lagi pada awal November 2026,” kata Purwono menambahkan.
Mekanisme Penyaluran dan Administrasi
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih diminta untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan setempat. Meskipun berstatus bantuan darurat, BPBD tetap mengedepankan tertib administrasi dengan mewajibkan adanya surat permohonan resmi dari pihak kalurahan agar penyaluran air bersih berkapasitas 5.000 liter per tangki ini dapat terpantau dengan baik.
Pihak BPBD juga akan melakukan koordinasi intensif dengan jajaran kapanewon untuk memantau titik-titik krisis air yang paling mendesak untuk segera ditangani.
Potensi Penyerapan Anggaran Lebih Tinggi
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, memprediksi realisasi bantuan air tahun ini akan jauh lebih besar dibandingkan tahun 2025. Sebagai gambaran, pada tahun lalu anggaran bantuan air tidak terserap maksimal karena kondisi kemarau yang cenderung basah.
Pada 2025, dari total anggaran sebesar Rp282,8 juta, hanya Rp134,5 juta yang digunakan, sementara sisanya sebesar Rp148,2 juta dikembalikan ke kas daerah. Namun, kondisi tersebut diyakini tidak akan terulang tahun ini mengingat karakter El Nino yang membawa hawa lebih kering dan panas.
“Tahun lalu masih ada hujan, tapi sekarang diprediksi lebih kering karena El Nino,” jelas Edy. Upaya antisipasi dini ini diharapkan mampu menjadi bantalan bagi warga Gunungkidul seusai memasuki masa transisi menuju puncak musim kemarau panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Messi mencetak gol tendangan bebas ke-76 saat Inter Miami kalah 1-2 dari Columbus Crew. Ia kini tinggal dua gol dari rekor Marcelinho.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke final ganda campuran Asian Games 2026 usai mengalahkan Feng Yanzhe/Huang Dongping 21-12, 21-14.
Jadwal UEFA Nations League 2026/27 Matchday 2 pada 28-29 September 2026. Belgia vs Prancis hingga Spanyol vs Kroasia tayang dini hari WIB.
Tren baju murah untuk foto liburan merebak di kalangan turis China. Pakaian lalu dibuang atau dijual kembali dan memicu isu limbah tekstil.