Korve Kulonprogo Menyasar Pasar Jombokan, Libatkan Warga dan TNI-Polri
Pemkab Kulonprogo melanjutkan gerakan korve dengan membersihkan Pasar Jombokan. Kegiatan melibatkan ASN, TNI, Polri, dan masyarakat.
Sejumlah warga penerima ganti rugi pelebaran jalan ruas Plono-Nglinggo membentangkan spanduk di depan kantor Kalurahan Pagerharjo karena merasa tidak adil nilai ganti rugi tanah yang didapatkannya - Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO — Proyek pelebaran jalan di ruas Plono–Nglinggo memicu polemik di tengah masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan transparansi dan keadilan dalam penentuan nilai ganti rugi lahan yang dinilai timpang antarbidang, meski proses appraisal dilakukan dalam waktu yang sama.
Sorotan utama muncul dari perbedaan nilai kompensasi yang dinilai mencolok. Salah satu warga terdampak, Pracoyo Hadi, mengungkapkan lahannya seluas 623 meter persegi dihargai sekitar Rp750 juta, termasuk bangunan di atasnya. Namun ia membandingkan dengan kasus lain di lokasi yang sama, di mana nilai ganti rugi melonjak hingga sekitar Rp2 miliar dari estimasi awal Rp800 juta.
“Padahal proses appraisal dilakukan bersamaan, tapi hasilnya bisa sangat berbeda. Ini yang membuat kami bertanya-tanya,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Warga Pertanyakan Parameter Penilaian
Menurut Pracoyo, tidak ada perbedaan signifikan dalam perlakuan selama proses pengukuran maupun penilaian. Ia bahkan menyebut lahannya berada di lokasi yang lebih strategis karena dekat dengan pusat aktivitas ekonomi, namun nilainya justru tidak jauh berbeda dengan lahan yang dinilai kurang strategis.
Keluhan serupa disampaikan Marjilah yang berharap adanya kejelasan dasar perhitungan harga agar tidak menimbulkan kesenjangan di antara warga.
“Selisihnya terlalu jauh, sementara belum ada kesepakatan bersama. Kami hanya ingin ada keadilan,” katanya.
PJN DIY: Nilai Ditentukan Appraisal Independen
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Jalan Nasional DIY menegaskan bahwa proses pengadaan lahan telah mengikuti prosedur resmi. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1, Ersy Perdhana, menyatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam menentukan nilai ganti rugi.
Menurutnya, seluruh penilaian dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sebagai pihak independen, dengan hasil yang bersifat final dan mengikat.
“Penetapan nilai sepenuhnya dilakukan appraisal independen. Kami hanya menjalankan sesuai hasil tersebut,” jelasnya.
Proses Lahan Hampir Rampung
Secara keseluruhan, proyek ini telah menyelesaikan pembebasan lahan untuk 66 sertifikat. Penyerahan dilakukan bertahap sejak November 2025 hingga April 2026. Saat ini, sebagian besar warga telah menerima pembayaran.
Masih terdapat tujuh bidang yang belum tuntas, dengan rincian enam dalam proses di Badan Pertanahan Nasional dan satu berkas dikembalikan karena belum lengkap.
Desakan Transparansi Menguat
Meski secara administratif dinyatakan tidak bermasalah—bahkan telah melalui telaah Ombudsman—ketidakpuasan warga menunjukkan adanya kebutuhan transparansi lebih detail terkait metode penilaian.
Pengamat menilai, perbedaan nilai ganti rugi bisa dipengaruhi berbagai faktor seperti akses jalan, status bangunan, hingga potensi ekonomi lahan. Namun tanpa penjelasan terbuka, perbedaan tersebut rawan memicu konflik sosial di tingkat lokal.
Dengan proyek yang menjadi bagian penting konektivitas kawasan perbukitan Menoreh, penyelesaian polemik ini dinilai krusial agar pembangunan tidak menyisakan persoalan baru di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Kulonprogo melanjutkan gerakan korve dengan membersihkan Pasar Jombokan. Kegiatan melibatkan ASN, TNI, Polri, dan masyarakat.
Alergi susu pada bayi bisa terjadi sejak dini akibat protein susu sapi. Kenali gejala, faktor risiko, dan cara penanganannya.
Krisis chip AI membuat harga smartphone naik tajam 2026 dan pengiriman global diprediksi turun hingga 15 persen.
Ledakan di Ras Laffan Qatar sebabkan 18 hilang dan ganggu fasilitas LNG terbesar dunia serta pasar energi global.
Empat tim nasional Inggris Raya di FIFA terbentuk karena sejarah panjang sepak bola modern dan pengaruh besar Home Nations.
Pria tanpa busana di Taman Pintar Jogja ditangani Satpol PP dan dibawa ke Dinsos DIY untuk asesmen lebih lanjut.