Gunungkidul Siapkan Strategi Cegah Gagal Panen Saat Kemarau

Newswire
Newswire Sabtu, 16 Mei 2026 20:17 WIB
Gunungkidul Siapkan Strategi Cegah Gagal Panen Saat Kemarau

Ilustrasi Kekeringan - Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah gagal panen menjelang musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung cukup panjang. Strategi tersebut mulai dari percepatan masa tanam hingga penggunaan varietas padi unggul berumur pendek.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan petani di wilayah Gunungkidul diimbau melakukan penanaman lebih awal agar kebutuhan air tanaman masih tercukupi sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.

"Para petani bisa melakukan penanaman lebih awal agar pengairan bisa lebih mencukupi," kata Rismiyadi di Yogyakarta, Sabtu (16/5/2026).

Selain mempercepat masa tanam, petani juga didorong memaksimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian untuk mempercepat proses pengolahan lahan sehingga masa tanam dan panen menjadi lebih efektif.

"Bisa juga memanfaatkan benih umur pendek supaya bisa panen sebelum kemarau benar-benar datang," katanya.

DPP Gunungkidul merekomendasikan sejumlah varietas padi unggul yang dinilai lebih tahan terhadap keterbatasan air dan memiliki masa panen relatif cepat. Varietas tersebut antara lain Pajajaran, M70d, dan Trisakti.

Menurut Rismiyadi, penggunaan varietas padi berumur pendek menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Niño.

"Manajemen persemaian dilakukan secara efektif, yaitu satu minggu sebelum panen dengan umur tanam 14 hari," kata Rismiyadi.

Ia menyebut kondisi tanaman padi di wilayah utara Gunungkidul saat ini masih tergolong baik. Bahkan sebagian lahan diperkirakan mulai memasuki masa panen sejak minggu ketiga Mei hingga Juni 2026.

"Secara umum kondisi pengairan juga masih normal dan berfungsi dengan baik," katanya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang untuk menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah sentra padi tadah hujan.

Rismiyadi memastikan ribuan hektare tanaman padi di wilayah Semin dan Ngawen masih dalam kondisi aman.

"Ribuan hektare pertanaman padi di wilayah Semin dan Ngawen dipastikan dalam kondisi aman," katanya.

Luas area pertanaman padi di Kapanewon Semin tercatat mencapai 2.924 hektare, sedangkan di Ngawen mencapai 8.756 hektare. Masa panen diperkirakan berlangsung pada akhir Mei hingga awal Juni 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online