Sleman Masih Kekurangan Ratusan Nakes, Rekrutmen BLUD Masuk Tahap CBT
Kabupaten Sleman masih kekurangan ratusan tenaga kesehatan. Dinkes mempercepat rekrutmen BLUD yang kini memasuki tahap CBT sembari menunggu formasi ASN dari Kem
Ilustrasi uang rupiah - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Realisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Kabupaten Sleman baru mencapai Rp182,92 miliar hingga Agustus 2026. Capaian tersebut baru 45,73% dari target penerimaan BPHTB Sleman tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp400 miliar.
Capaian tersebut menjadi perhatian Komisi B DPRD Sleman. Anggota Komisi B DPRD Sleman, Wiratno, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sleman untuk mendorong peningkatan penerimaan BPHTB.
Salah satu langkah yang didorong yakni memfasilitasi masyarakat yang hendak mendaftarkan sertifikat tanah baru. Menurut Wiratno, semakin banyak masyarakat yang mendaftarkan sertifikat tanah baru berpotensi meningkatkan penerimaan BPHTB.
"Kami minta agar pendaftaran baru untuk sertifikat tanah mendapatkan fasilitasi dari BPN agar semakin banyak orang mendaftarkan sertifikat baru," kata Wiratno kepada Harianjogja.com, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan data capaian pendapatan daerah, penerimaan BPHTB Sleman berasal dari dua komponen, yakni pemindahan hak dan pemberian hak baru.
Realisasi penerimaan dari pemindahan hak mencapai Rp170,99 miliar atau 68,40% dari target Rp250 miliar. Sementara itu, penerimaan dari pemberian hak baru baru mencapai Rp11,93 miliar atau 7,95% dari target Rp150 miliar.
Wiratno mengatakan BPN telah memberikan dukungan terhadap upaya meningkatkan penerimaan BPHTB. Salah satunya melalui fasilitasi bagi masyarakat yang akan mendaftarkan sertifikat tanah baru.
Ia menilai penerimaan BPHTB masih memiliki peluang meningkat menjelang penghujung tahun. Pembayaran BPHTB antara lain berkaitan dengan peralihan hak atas tanah, termasuk waris dan hibah.
"Biasanya BPHTB itu meningkat signifikan di akhir tahun," ujarnya.
Dengan potensi kenaikan penerimaan pada akhir tahun tersebut, Wiratno berharap realisasi BPHTB dapat terus meningkat hingga mencapai target Rp400 miliar.
Di sisi lain, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Widodo, sebelumnya menyampaikan bahwa Pemkab Sleman memasang target kenaikan penerimaan pajak daerah yang cukup agresif pada 2026.
Target penerimaan pajak daerah tersebut ditetapkan mencapai Rp1,3 triliun. Jumlah itu meningkat Rp200 miliar dibandingkan target pada tahun anggaran sebelumnya.
Untuk mengejar target tersebut, Pemkab Sleman melalui BKAD meluncurkan sistem pembayaran pajak daerah terintegrasi yang bekerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI pada Juni 2026.
Sinergi tersebut menjadi upaya akselerasi interkoneksi keuangan syariah terbesar nasional untuk mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Sistem tersebut ditujukan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi secara real-time.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabupaten Sleman masih kekurangan ratusan tenaga kesehatan. Dinkes mempercepat rekrutmen BLUD yang kini memasuki tahap CBT sembari menunggu formasi ASN dari Kem
BGN suspend 1.276 SPPG MBG yang belum memenuhi syarat SLHS. Sebanyak 654 SPPG kategori kritis diusulkan ditutup permanen.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
KPK menelusuri alur perintah dan aliran uang dalam dugaan suap pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A serta SIM C.
Prabowo menyebut dampak ekonomi KDKMP mulai terasa pada 2027 melalui pemangkasan rantai distribusi dari petani hingga konsumen.