Tekan Kasus Bunuh Diri, Gunungkidul Jadi Pilot Project PPKH
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Tim DPUPRKP Gunungkidul saat meninjau Kali Wiyoko di Kalurahan Plembutan, Playen yang masuk dalam usulan pengerukan sedimentasi di tahun ini. foto diambil 26 Oktober 2026. /Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp400 juta untuk pengerukan sedimentasi di delapan alur sungai pada 2026. Program normalisasi ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Sigit Swastono, mengatakan terdapat 20 titik alur sungai yang diusulkan untuk dikeruk tahun ini. Usulan tersebut disampaikan berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) karena sejumlah sungai mengalami sedimentasi parah hingga menyebabkan pendangkalan.
Namun, keterbatasan anggaran membuat seluruh titik belum bisa ditangani. Melalui APBD Perubahan 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp400 juta untuk kegiatan pengerukan.
Dari jumlah tersebut, Rp200 juta direncanakan untuk pengerukan alur sungai di kawasan Kota Wonosari. Sementara itu, Rp200 juta sisanya dialokasikan untuk sungai di luar Wonosari, antara lain di Semin, Ngawen, Nglipar, dan Playen.
“Berhubung dananya terbatas, makanya dilakukan pengecekan lapangan untuk menentukan skala prioritas kali yang akan dikeruk,” kata Sigit, Minggu (1/11/2026).
Delapan Titik Pengerukan Jadi Prioritas
Sigit mengatakan pihaknya telah melakukan survei terhadap sejumlah sungai yang masuk dalam usulan pengerukan. Dengan perkiraan anggaran sekitar Rp25 juta untuk setiap titik, dana yang tersedia diperkirakan cukup untuk menangani delapan alur sungai.
Penentuan lokasi pengerukan juga mempertimbangkan kebutuhan biaya mobilisasi alat berat. Karena itu, pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
“Rencananya empat titik aliran kali di wilayah Kota Wonosari, sedangkan empat lainnya berada di luar ibukota kabupaten,” kata Sigit.
Ia menjelaskan pengerukan dilakukan untuk menormalisasi aliran sungai yang mengalami pendangkalan akibat tumpukan lumpur. Dengan kondisi aliran yang kembali lebih lancar, potensi banjir diharapkan dapat dikurangi.
“Makanya diusulkan dikeruk agar aliran bisa lebih lancar,” katanya.
Kali Wiyoko Plembutan Diharapkan Ikut Dikeruk
Ulu-Ulu Kalurahan Plembutan, Playen, Surono, mendukung program normalisasi sungai yang dilakukan Pemkab Gunungkidul. Ia berharap Kali Wiyoko di wilayahnya masuk dalam kegiatan pengerukan sedimentasi.
“Sudah dicek ke lapangan dan Kali Wiyoko masuk dalam program pengerukan sedimentasi aliran sungai di Gunungkidul,” katanya.
Surono mengatakan Kali Wiyoko pernah mengalami banjir besar pada tahun lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan 53 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terendam air.
“Makanya kami mengembangkan Aksi Merespon Peringatan Dini [AMPD] banjir sebagai upaya mitigasi kebencanaan,” katanya.
BPBD Usulkan 20 Titik Normalisasi Sungai
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, mengatakan pemerintah kabupaten memiliki program normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir.
BPBD berkoordinasi dengan DPUPRKP melakukan asesmen guna menentukan sungai yang mengalami sedimentasi parah dan perlu masuk dalam program normalisasi.
“Ada 20 titik yang diusulkan untuk dikeruk, tapi datanya tidak hafal. Untuk pastinya, saya sedang meminta ke Pusdalops mengenai aliran Sungai yang akan dikeruk,” kata Nanang.
Menurutnya, pengerukan bertujuan mengembalikan kelancaran aliran sungai sehingga potensi banjir dapat ditekan. Selain normalisasi, BPBD juga memasang sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) banjir di sejumlah lokasi.
“Untuk mitigasi, kami juga sudah memasang EWS banjir di beberapa titik seperti di Kali Oya Semin dan Kali Besole di Wonosari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Deepfake AI semakin sulit dikenali secara visual. Simak empat cara mendeteksi konten palsu agar tidak mudah tertipu misinformasi.
Volkswagen mencatat kerugian operasional €5,9 miliar pada kuartal III 2026. Pelemahan bisnis China dan penurunan nilai investasi Porsche menjadi pemicu.
BNPB menerbitkan delapan langkah kesiapsiagaan bagi pemda untuk mengantisipasi banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026/2027.
Kia Tasman mendapat dokumen homologasi di Filipina. Pickup bermesin diesel 2.200 cc ini terdaftar bersama varian kendaraan komando taktis.
Alex Marquez dipastikan absen di MotoGP Qatar 2026 untuk menjalani operasi bahu kanan. Pembalap Gresini Ducati itu membidik comeback di Portugal.