Diduga Keracunan Rendang saat Pesta Pernikahan, Puluhan Warga Kalinongko Dilarikan ke Rumah Sakit

Sejumlah warga tergeletak lemas setelah mengalami mual dan muntah di RSUD Wates, Selasa (10/4/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya
11 April 2018 00:17 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO --  Keracunan massal terjadi di Kalinongko, Kedungsari, Pengasih, Selasa (10/4/2018) sore. Keracunan diduga berasal dari makanan daging di acara pernikahan salah seorang warga setempat yang berlangsung siang. Dari sore puluhan korban keracunan dilarikan ke RSUD Wates dan RSU Kharisma Paramedika.

Salah seorang korban, Yugo Ikhsananto, 30, mengaku keracunan setelah mengikuti acara ijab qobul dan pesta pernikahan anak dari Kemiran Selasa siang ini. Dirinya mengaku baru merasa keracunan setelah pulang.

"Sore hari baru terasa, dan tadi sehabis makan di sana," katanya.

Dirinya mengaku sempat dibawa ke RSUD Wates dan sempat mengalami muntah muntah. Selain itu dirinya juga mengalami pusing-pusing.

"Setelah diminumi air kelapa baru bisa muntah dan boleh pulang," katanya

Dirinya menduga keracunan berasal dari makanan rendang.  Pasalnya orang yang mengalami keracunan pasti memakan makanan asal Padang tersebut.

"Makanan, mungkin rendang, soalnya yang tidak makan ga sakit," ungkapnya.

Sementara Parman, 44, mengaku dua saudara mengalami hal serupa. Kedua saudaranya yaitu ponakan dan bibinya mengalami hal serupa setelah mengikuti perayaan dan memakan makanan olahan daging sapi itu.

"Dyah ayu rukmini saudara saya mengalami muntah-muntah, dan sekarang saya menunggu di RSUD Wates karena harus rawat inap," katanya.

Dirinya mengungkapkan setidaknya ada 50an orang di Karangnongko yang mengalami kejadian serupa. Hal tersebut terjadi karen makanan yang dibuat dan dimakan secara massal oleh warga dan tamu undangan.

"Kan dibuat bersama sama, dan tamu undangan kan banyak, jadi 50an," katanya.

Sementara Dokter IGD RSUD Wates, Stonia Ellen mengungkapkan RSUD Wates telah menerima sebanyak 13 orang terkait kasus keracunan tersebut. Dari 13 korban dua di antaranya tidak diperbolehkan pulang.

"Kira kira 13, mengeluhkan muntah sampai parah, sebagian dirawat, dua orang, sesuai dengan keluhannya," katanya.

Ia menduga 13 orang tersebut mengalami keracunan makanan dari zat yang sama. Selain dari tempat yang sama, keluhan korban juga sama.

"Kami curiga keracunan makanan, keluhannya dan tempatnya juga sama, yaitu dari acara hajatan," katanya.