Sering Diabaikan, Serat Pangan Rupanya Punya Manfaat Besar

Kunjungan FKKMK UGM di Griya Harian Jogja, Jogja, Senin (16/4/2018). - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
16 April 2018 18:17 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM mengajak masyarakat lebih mengenal manfaat serat pangan yang selama ini masih sering diabaikan. FKKMK UGM akan menggelar talkshow kesehatan pada di ruang Theater, gedung Perpustakaan FKKMK UGM, Rabu (18/4/2018).

Humas FK UGM Winanti Praptiningsih mengatakan, serat pangan dipercaya mampu melindungi tubuh dari penyakit akibat pola makan yang kurang baik, termasuk diabetes melitus (DM), penyakit jantung, kanker usus, dan obesitas. Oleh karena itu, penelitian tentang serat pangan terus digalakkan.

Ia menyebutkan, serat pangan memiliki efek fisiologis dalam saluran pencernaan yang bermanfaat bagi kesehatan. "Serat pangan baik dalam bentuk serat larut maupun tidak larut dalam air banyak terdapat dalam kacang-kacangan, buah-buahan, sayur-sayuran, dan umbi-umbian," ujar dia ketika berkunjung ke Griya Harian Jogja, Jogja, Senim (16/4/2018).

Ia menjelaskan, serat pangan memang tidak mengandung zat gizi. Namun, serat pangan memiliki fungsi yang tidak dapat digantikan oleh zat lain dalam menstimulasi perbaikan kondisi fisiologis dan metabolik.

Banyak masyarakat yang belum memahami manfaat serat pangan bagi tubuh dan serat pangan bisa didapat dari bahan pangan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, talkshow ini digelar dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya gizi berimbang dalam kosumsi harian.

"Kedua, untuk meningkatkan informasi bagi masyarakat awam tentang manfaat serat pangan lokal bagi kesehatan. Ketiga, meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait perubahan gaya hidup terutama konsumsi makanan dalam peningkatan prevalensi penyakit," tutur dia.

Dalam kunjungan tersebut turut serta Kepala Perpustakaan FKKMK UGM Sukirno dan Humas FK UGM Dian Paramitasari.

Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, hasil penelitian di bidang kesehatan perlu disebarluaskan kepada masyarakat. " Tujuannya agar masyarakat bisa mengetahui dan ikut merasakan manfaat dari serat pangan itu. Hasil penelitian itu bisa menjadi referensi dan ilmu bagi masyarakat," kata dia.