Pemuda Manggung Sulap Selokan Kumuh Jadi Bersih dan Nyaman

Kalen Edukasi Lupatmo di Bantul. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
16 April 2018 17:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Para pemuda Dusun Manggung, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri berhasil mengubah selokan yang tadinya kumuh dan banyak sampah menjadi selokan yang bersih dan nyaman untuk bermain bagi anak-anak. Bahkan lokasi tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Sejak lima bulan terakhir selokan sepanjang sekitar 150 meter yang membelah Dusun Manggung dipenuhi ribuan jenis ikan. Beberapa jembatan kecil dan kincir air juga mengiasi selokan. Kanan kiri selokan juga dibuat warna-warni yang memperindah sepanjang selokan, beberapa sisi bahkan cocok menjadi latar untuk yang hobi berswafoto.

Selokan tersebut juga kini menjadi ajang bermain bagi anak-anak kampung setempat, mulai dari main air hingga memberikan makan ikan. Selokan yang kini lebih dikenal sebagai Kalen Edukasi Lupatmo itu juga mulai dikunjungi wisatawan, terutama pada Sabtu-Minggu.

"Kalau wisatawan dari luar daerah belum terlalu banyak," kata Arif Setiawan, salah satu pengelola Kalen Edukasi Lupatmo beberapa waktu lalu.

Arif mengatakan Kalen Edukasi Lupatm, pada dasarnya tidak untuk tujuan wisatawan. Namun, jika ada wisatawan yang tertarik menjadi kebanggan bagi para pengelola. Menurut dia, warga sebenarnya hanya ingin mengubah lingkungan yang kumuh menjadi bersih.

Selain itu juga menjadi wahana bermain bagi anak-anak. "Biar anak-anak kalau main tidak perlu jauh-jauh," kata dia.

Tidak hanya jadi wahana bermain, tetapi Kalen Ekodukasi Lupatmo juga menjadi ajang pembelajaran soal menjaga lingkungan bagi masyarakat, utamanya anak-anak.

Pengelola sedang menyiapkan beberapa lahan kosong milik warga di sekitar lokasi menjadi tempat belajar bercocok tanam untuk anak-anak. Ke depan, taman bacaan dan beberapa spot kuliner juga akan di bangun di lokasi tersebut. Namun karena keterbatasan dana, sehingga proyek tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Pengelola Kalen Edukasi Lupatmo lainnya, Nurtria Wijayanti menambahkan, ide untuk mempercantik selokan baru muncul awal 2017 lalu. Saat itu warga mengeluh karena banyaknya sampah yang dibuang ke selokan. Padahal selokan tersebut digunakan warga untuk mencuci, bahkan menjadi sumber pengairan bagi petani setempat.

Kemudian pada Juni 2017, para pemuda setempat bermusyawarah untuk menentukan desain selokan. Akhirnya disepakati untuk memelihara ikan. "Kalau sudah banyak ikan kan orang segan untuk buang sampah," kata dia.

Awalnya ikan yang dipelihara adalah ikan lele dan bawal. Namun, sejak Januari lalu diganti dengan ikan mas, tomro, nilem, nila, dan koi agar ikannya lebih terlihat. Masyarakat yang bermain di lokasi tersebut bebas. Namun untuk memberi makan ikan dikenakan tarif Rp1.000. Uang tersebut nantinya juga untuk dibelanjakan pakan kembali.

Sejauh ini pendanaan dalam mendesain selokan tersebut swadaya masyarakat, dibantu mahasiswa dan alumni Universitas Gadjah Mada. Pihaknya masih mencari pendanaan untuk melengkapi sejumlah fasilitas di Kalen Edukasi Lupatmo.

Nama Lupatmo sendiri berasal dari nama RT. Karena kawasan itu dikelola oleh tiga RT, yakni RT 3, 4, dan 5. Sehingga istilah Lupatmo muncul tiba-tiba.