Terminal Imogiri Bakal Dihidupkan

Lokasi bakal terminal Imogiri Bantul, Minggu (15/4/2018). Diwacanakan dana pembangunan terminal akan diambilkan dari danais. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
16 April 2018 13:10 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Perhubungan Bantul berencana menghidupkan kembali Terminal Imogiri. Terminal seluas sekitar satu hektare yang sempat dikelola oleh Dinas Perdagangan itu kini tengah dikaji untuk menampung bus pariwisata yang berkunjung ke wilayah Dlingo dan Imogiri.

"Tahun ini kami baru mulai bikin DED [detail engineering design] dan masterplan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta, Minggu (15/4/2018).
 
Saat ini ada sekitar 30 kios di atas lahan bakal terminal tersebut yang rencananya akan tetap dipertahankan untuk mendukung terminal. Aris belum bisa memastikan besaran kebutuhan anggaran untuk membuat terminal kelas C tersebut. Namun diperkirakan proyek pembangunan terminal membutuhkan sekitar Rp5 miliar-Rp6 miliar.

Rencana penganggaran akan diusulkan melalui dana keistimewaan (danais) DIY. Sebab terminal yang akan dibangun tersebut menjadi penyangga budaya dan perekonomian di wilayah selatan. "Kami akan usulkan melalui danais," kata Aris.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Bantul Anjar Arintaka Putra mengatakan kawasan terminal Imogiri membentang dari depan Puskesmas Imogiri hingga Pasar Imogiri. Lokasi tersebut sangat mendukung kawasan wisata di wilayah Imogiri, Dlingo, dan sekitarnya.

Terminal tersebut dapat menampung sekitar 50 bus pariwisata, angkutan desa, hingga kendaraan shuttle pengangkut wisatawan menuju sejumlah objek wisata. Namun untuk jenis shuttle sampai saat ini belum ditentukan yang paling pas, masih butuh kajian lebih lanjut.

Menurut Anjar, terminal tersebut tidak hanya menampung bus pariwisata, tetapi juga bus umum karena lokasinya yang strategis, di jalur menuju Palbapang yang saat ini sudah dilebarkan.

"Sekarang sudah ada bus malam yang mengangkut penumpang. Nanti bisa ditata pusat penjualan tiketnya," ujar Anjar.
Ia berharap proyek terminal itu bisa diwujudkan dimulai 2019 mendatang seiring beroperasinya bandara di Kulonprogo yang direncanakan akhir 2019 mendatang. Menurut dia, bandara di Kulonprogo akan berdampak meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bantul.

Terkait larangan bus naik ke wilayah Mangunan, Dlingo, Anjar mengaku kebijakan tersebut masih sebatas imbauan karena fasilitas pendukungnya yang belum ada. Menurut dia, larangan itu bisa diterapkan ketika Terminal Imogiri sudah jadi dan shuttle penghubung wisatawan sudah ada.

Kendati masih imbauan, ia meminta para sopir bus pariwisata khususnya bus dengan kapasitas penumpang 50 orang tidak nekat naik, karena rawan kecelakaan, terutama bagi sopir yang tidak hapal medan jalan Imogiri-Mangunan. Terlebih saat ini jalur tersebut juga masih dalam perbaikan sehingga terjadi penyempitan jalan. "Tidak ada maksud lain kecuali demi keselamatan," ujar Anjar.

Adplus Tokopedia