Pilur Serentak Gunungkidul Terancam Molor, Panitia Belum Bisa Dibentuk
Pembentukan panitia Pilur di 31 kalurahan Gunungkidul masih menunggu juklak dan juknis.
Jalan alternatif Sleman ke Gunungkidul di Bokoharjo, Prambanan dalam tahap pembangunan. Abdul Hamid Razak/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPRD Gunungkidul menyoroti capaian indeks infrastruktur wilayah yang belum sesuai dengan target diinginkan. Pasalnya, di 2024, pemkab menargetkan capaian sebesar 75, tapi realisasinya masih di bawah angka tersebut.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini mengatakan, hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BKP) tentang LKPJ Tahun Anggaran 2024 sudah keluar. Pemkab Gunungkidul memeroleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke sepuluh kalinya secara beruntun.
Meski demikian, Endang memberikan sejumlah catatan berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan di 2024. Salah satunya menyangkut dengan masalan indeks infrastruktur wilayah.
Menurut dia, antara target dengan pencapaian dinilai belum sinkron. Pasalnya, di 2024, indeks infrastruktur wilayah ditargetakan sebesar 75, tapi realisasinya baru di angka 71,79.
“Ini yang harus dibenahi agar sinkron antara target dengan realisasinya,” kata Endang, Jumat (2/5/2025).
Politikus PDI Perjuangan ini mengungkapkan, ada beberapa catatan agar indeks infrastruktur di Gunungkidul dapat terus ditingkatkan. Langkah pertama, bisa dilakukan dengan melakukan evaluasu secara menyeluruh terhadap kebutuhan infrastruktur serta merancang rencana pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Yang tak kalah penting adalah memastikan alokasi anggaran yang memadai untuk pembangunan, perawatan dengan memprioritaskan proyek-proyek strategis dan memberikan dampak yang besar,” ungkapnya.
Selain itu, juga butuh dibarengi pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai di bidang perencanaan, manajemen dan pengelolaan infratruktur. Diharapkan dengan adanya tenaga-tenaga yang unggul, maka proyek-proyek infrastruktur dapat dijalankan dengan efektif dan efisien.
“Kami juga mendorong untuk peningkatan akses internet dan teknologi informasi di seluruh wilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Tujuan lain, untuk mendukung peningkatan pelayanan public di Masyarakat,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, program infrastruktur di Bumi Handayani masih butuh ditingkatkan. Meski demikian, ia mengakui untuk tahun ini belum bisa dioptimalkan.
Selain adanya kebijakan pemangkasan anggaran yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat, Endah mengungkapkan bahwa program yang dijalankan merupakan rencana kerja dari bupati terdahulu.
“Tetap akan dijalankan sesuai dengan program skala prioritas. Yang jelas, tahun depan akan kami kebut dan dicangkan sebagai tahun infrastruktur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembentukan panitia Pilur di 31 kalurahan Gunungkidul masih menunggu juklak dan juknis.
Jalur Singolangu Gunung Lawu kembali ramai menjelang Suro. Jalur klasik ini menyimpan sejarah, petilasan, dan tradisi lereng Lawu.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia diguyur hujan ringan pada Senin, termasuk Yogyakarta, Semarang, dan Serang.
Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai AS-Iran telah tercapai. Selat Hormuz disebut akan dibuka kembali dan blokade laut dicabut.
Harga emas Pegadaian 15 Juni 2026 stabil. Emas Antam Rp2,82 juta per gram, UBS Rp2,709 juta, dan Galeri24 Rp2,696 juta.
Askab PSSI Sleman periode 2026-2030 resmi dilantik dengan fokus pada pembinaan usia dini, tata kelola organisasi, dan peningkatan kualitas kompetisi.