Advertisement
Hanya 20% Sampah di Sleman yang Terangkut Truk, Bagaimana Sisanya?
Foto ilustrasi. - Solopos/Nicolous Irawan
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Sekitar rata-rata 500 meter kubik per hari residu sampah di Sleman diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sleman. Sementara, dalam sehari produksi sampah diperkirakan sebanyak 3.000 meter kubik per hari.
Berdasarkan data dari UPT Pelayanan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Sleman, dalam satu hari rata-rata sampah yang diangkut oleh UPT bisa mencapai 500 meter kubik per hari. Pada bulan Maret, rata-rata volume sampah yang diangkut mencapai 458 meter kubik.
Advertisement
Kepala UPT Pelayanan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Sleman Sri Restuti Nurhidayah mengatakan residu sampah diangkut oleh truk sampah dari UPT Pelayanan Sampah terhadap 500 pelanggan yang ada di Sleman.
"500 pelanggan itu yang bayar retribusi, ya bisa sampai 40 persen residu sampah dihasilkan dari 500 pelanggan itu, sedangkan 60 persen lagi biasanya dimanfaatkan oleh pelanggan," katanya pada Harianjogja.com, Kamis (19/4/2018).
BACA JUGA
Menurut Restuti, secara literatur, total sampah yang dihasilkan di Sleman bisa mencapai satu ton per hari atau sekitar 3.000 meter kubik per hari. Namun, dari total semua sampah, yang diangkut oleh UPT sekitar 20%, sedangkan menurut Restuti sisa sampah yang tidak diangkut bisa saja dimanfaatkan oleh warga untuk diolah kembali.
"Kami hanya menerima residu sampahnya saja," katanya. Menurut Restuti berbagai program dalam pengelolaan sampah seperti daur ulang dikelola langsung oleh warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Caroline Lang Mundur dari SPI Usai Namanya Muncul di Dokumen Epstein
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Hujan Mereda, BPBD Kulonprogo Tetap Imbau Warga Siaga Bencana
- Gaji PPPK Paruh Waktu di Bantul Belum Cair, Ini Kata Bank dan Dinas
- Pembunuh Ibu Kandung Asal Ponorogo Masih Diburu di Gunungkidul
- Kemarau Basah dan Warga Disiplin Tekan Angka Kebakaran di Kulonprogo
- ORI DIY Serap Aspirasi Petani Parangtritis soal Pelayanan Publik
Advertisement
Advertisement



