Pesan Menteri Susi pada Kaum Pria: Perempuan Juga Penting, Tidak Boleh Disuruh-Suruh

Susi Pudjiastuti datang ke Batik Allussan disambut warga Jodag, Sumberadi, Sleman (Sabtu, 21/4/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
21 April 2018 19:37 WIB Salsabila Annisa Azmi Sleman Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN- Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti membagikan nilai-nilai pemberdayaan wanita kepada warga Jodag, Sumberadi, Sleman, Sabtu (21/4/2018).

Di hadapan ratusan tamu undangan yang terdiri kaum pria maupun wanita, Susi menyampaikan pesan tentang penghargaan terhadap wanita.

“Perempuan juga penting untuk bapak-bapak sekalian di sini, jadi bapak-bapak tidak boleh suruh-suruh, bapak juga bantu dong. Hargai wanita sebagai konco sebelah, bukan konco wingking. Janji ya bapak-bapak ya?” kata Susi.

Ibu-ibu warga Jodag langsung bersorak riuh rendah, bertepuk tangan dan beberapa ibu-ibu terlihat menepuk bahu suaminya, beberapa terlihat memukul-mukul lengan suaminya yang duduk di samping mereka. Sementara bapak-bapak warga Jodag tertawa, sebagian menyahuti Susi, “Iya bu Janji..”

“Gini ya, kalau ibu-ibu anaknya lagi rewel, terus bapaknya bukannya bantuin malah ikut rewel juga, Biarkan saja itu, sudah gede masa tidak bisa urus diri sebentar? Bapak-bapak seharusnya bantu kalau ibu sedang repot,” kalimat Susi itu disambut gelak tawa meriah dari para bapak dan ibu Dusun Jodag.

Di samping panggung tempat Susi berdiri, dengan jarak yang sangat dekat, para anak duduk dengan kostum drumband. Mereka memang menyambut kedatangan Susi dengan drumband. Susi pun menanyai cita-cita mereka, tujuh anak perempuan ingin menjadi pilot. Susi terkesima dengan hal itu. Baginya perempuan memang harus berani bercita-cita dan mewujudkannya.

Susi mengatakan kesetaraan gender bisa diraih bangsa ini dengan suatu modal awal. Menurut Susi, modal awal itu ialah sistem pendidikan yang mengedepankan pola pikir bebas tanpa keterbatasan terhadap siswa perempuan.

“Selain itu, wanitanya juga harus membebaskan pikiran, artinya begini, bebaskan pikiran anda dari pikiran yang mengatakan bahwa wanita itu punya keterbatasan. Contoh nyatanya ada, itu saya. Saya sekarang juga bisa profesional kayak para menteri laki-laki, maka ayo, perempuan harus percaya bahwa tidak ada batasan dalam berkarya,” kata Susi.

Susi mengatakan selain sistem pendidikan, lapangan pekerjaan juga harus mendukung untuk kesetaraan gender. Para pemangku kepentingan harus memberi sosialisasi kepada seluruh jajarannya bahwa wanita berhak mendapatkan perlakuan yang sama di lingkungan kerja.

“Semoga makin banyak BUMN yang nantinya menyediakan beasiswa bagi siswi-siswi Indonesia, tadi saya lihat, ada tujuh anak perempuan ingin jadi pilot, bagi saya itu tidak mustahil kalau lingkungan juga membantu mereka,” kata Susi.

Adplus Tokopedia