Catat! Jadwal Terbaru Lokasi SIM Keliling di Sleman Bulan Juli 2026
Jadwal SIM Keliling Sleman Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, tanggal, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Siswa SMAN 1 Pakem mengikuti kuliah penanaman nilai kejuangan, Jumat (27/4/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN--Ratusan siswa kelas X dan XI SMAN 1 Pakem mendapatkan kuliah kebangsaan dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di kampus sekolah tersebut di Jalan Kaliurang Km. 17,5 Pakem, Sleman, Jumat (27/4/2018). Sejumlah mantan jenderal memberikan langsung materi nilai-nilai kejuangan 45 untuk menumbuhkan kecintaan kepada NKRI.
Djarot Prijono selaku Waka Kesiswaan SMAN 1 Pakem Sleman menjelaskan pembentukan karakter siswa sebenarnya telah dilakukan di sekolah melalui integrasi dengan kurikulum. Penanaman nilai kebangsaan bertujuan agar siswa memiliki kecintaan terhadap negara juga menjadi salah satu agenda rutin sekolah dengan dikemas melalui beragam kegiatan setiap tahun.
"Lewat kurikulum baik intra maupun ekstra kami tanamkan nilai kebangsaan, secara teknis bisa bekerja sama dengan pihak lain," katanya, Jumat (27/4/2018).
Sekolah menyambut baik ajakan LVRI DIY untuk memberikan materi khusus bagi siswa di SMAN 1 Pakem. Karena sekolah menyadari pentingnya melakukan upgrade tentang nilai kejuangan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Pada awalnya, LVRI hanya meminta empat kelas yang disasar untuk diberikan materi, tetapi berkembang menjadi seluruh siswa kelas X dan XI dengan memanfaatkan aula dan sejumlah ruangan kelas. "Kami menyambut baik kegiatan ini, sehingga siswa mendapatkan cerita langsung dari pelaku sejarah, harapannya nilai kejuangan mereka bisa tumbuh. Siswa bisa termotivasi," ujarnya.
Sejumlah pengurus LVRI DIY memberikan motivasi dan materi kejuangan di beberapa ruangan kelas serta di Aula SMAN 1 Pakem. Materi yang diberikan, seperti tentang sejarah dan berbagai keterlibatan TNI dalam menegakkan kedaulatan NKRI. Di beberapa ruangan, siswa juga dipompa semangatnya dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan secara bersama-sama.
Kepala Departemen Pewarisan Nilai Kejuangan 45 DPP LVRI Mayjen TNI Mar (Purn) Nono Sukarno menyatakan sosialisasi nilai kejuangan 45 harus diberikan kepada pelajar baik dari SD hingga SMA sebagai generasi penerus bangsa. Ia menilai banyaknya pemuda yang melakukan tindakan kurang terpuji di tengah masyarakat disebabkan karena kurangnya memahami sejarah perjuangan bangsa.
"Dalam sejarah perjuangan bangsa banyak nilai-nilai positif, terpuji yang bisa digali dan diterapkan dalam kehidupan anak-anak kita. Karena pada saat perjuangan 1945 para pejuang mampu menyelesaikan masalah bangsa," ujarnya.
Pria yang kerap terlibat berbagai operasi marinir TNI baik di dalam dan luar negeri ini berharap para pelajar dapat menerapkan nilai kejuangan itu dalam kehidupan sehari-hari, baik saat di bangku sekolah maupun ketika berbaur di tengah masyarakat dan keluarga. "Kami ingin mengobarkan nilai perjuangan rela berkorban tanpa pamrih, kalau siswa tentu dengan rela berkorban untuk terus belajar menuntut ilmu," katanya.
DPP LVRI telah melatih sekitar 30 veteran sebagai pemateri dari kalangan DPD LVRI DIY untuk memotivasi pelajar SMA tentang nilai kejuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Sleman Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, tanggal, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
BLT Kesra Rp900.000 belum diumumkan cair pada Juli 2026. Simak informasi terbaru, syarat penerima, dan cara cek status bansos secara online.
Lionel Scaloni mengakui Argentina kesulitan menghadapi Swiss sebelum menang 3-1 di perempat final Piala Dunia 2026. Albiceleste akan menghadapi Inggris.
BPBD Kota Jogja meningkatkan kesiapsiagaan musim kemarau 2026 dan mengimbau warga mewaspadai fenomena bediding serta risiko ISPA hingga kebakaran.
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo pulang naik kereta usai diperiksa KPK terkait OTT yang menjerat Bupati Etik Suryani. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.