Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Sebanyak 370 siswa kelas XII SMK Muhammadiyah I Imogiri mengikuti kegiatan wisuda purna siswa di aula sekolah Sabtu (5/5/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 370 siswa kelas XII SMK Muhammadiyah I Imogiri mengikuti kegiatan wisuda purna siswa di aula sekolah Sabtu (5/5/2018).
Kegiatan ini selain sebagai pesta perpisahan setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun, juga sebagai penanda dimulainya pengalaman baru untuk masuk ke dunia kerja maupun menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Acara perpisahan ini tidak hanya dihadiri oleh para siswa, namun orang tua juga mengikuti. Bahkan setelah acara selesai, sejumlah perwakilan siswa melakukan bakti sosial dengan membagi-bagikan nasi kotak di Pasar Imogiri.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah I Imogiri Nur Wahyuntoro mengatakan, acara wisuda purna siswa berjalan dengan sukses. Ia pun bersyukur dari awal ujian hingga pengumuman berjalan dengan baik tanpa ada insiden yang bisa merugikan semua pihak.
Menurut dia, dalam acara kelulusan banyak diisi dengan kegiatan positif mulai dari outbond sebelum pengumuman hingga pelaksanaan bakti sosial. “Kita ingin kelulusan tidak dengan hura-hura karena banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan,” katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu kemarin.
Nur mengungkapkan, yang tak kalah penting dalam kegiatan ini adalah rasa bangga karena banyak siswa yang sudah diterima kerja, bahkan jauh-jauh hari sebelum kelulusan diumumkan. Ia mencontohkan, untuk program jurusan Tata Busana seluruh lulusan sudah terserap seluruhnya. Sedang untuk jurusan Teknik Sepeda Motor keterserapan di dunia kerja sudah mencapai 90%.
“Hal yang sama juga terlihat dari jurusan teknik komputer dan jaringan atau teknik kendaraan ringan sudah banyak yang diterima kerja dan ini membuat kami bangga,” ungkapnya.
Ditambahkannya, selain banyak siswa yang sudah mendapatkan kerja setelah lulus, ada juga yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini bukan menjadi masalah karena tugas sekolah mempersiapkan agar siswa dapat berkompetisi dengan kemampuan yang dimiliki baik saat di dunia kerja atau di bidang yang lain.
“Kita terus berkomitmen agar siswa dapat memiliki keahlian yang baik di bidangnya masing-masing,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah I Imogiri Wiranti Prastomo. Menurut dia, sekolah tidak hanya memfokuskan pada pembelajaran di bidang akademik, namun juga mengembangkan potensi lain seperti dengan memberikan pendidikan karakter hingga kegiatan ekstrakurikuler.
“Semua harus dipadukan sehingga kemampuan dimiliki para siswa dapat semakin lengkap sehingga memiliki daya saing yang tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.