PMMD DIY Dirikan Posko Arus Balik di Jalur Alternatif

Posko PMMD DIY. - Istimewa - PMMD DIY
19 Juni 2018 18:17 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Setelah mendirikan posko mudik di Jl. Srandakan Km 1, Pandak, Bantul, pada arus balik ini, Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) DIY berencana mendirikan posko di Terminal Giwangan atau Terminal Gamping.

Koordinator Pendamping PMMD DIY Muhammad Aga S. mengatakan, program PMMD 2017 sudah berakhir pada Januari lalu. Meskipun demikian para peserta memutuskan mendirikan posko mudik, yang mulai diaktifkan pada 12 sampai 14 Juni 2018.

"Ketika kami lihat ada peristiwa mudik, teman-teman sepakat untuk bikin posko untuk bantu-bantu. Kemarin [tahun lalu] kan sudah bikin kegiatan bareng, sekarang kami tunjukkan sesuatu meskipun secara program sudah selesai. Diharapkan kegiatan ini dapat sedikit membantu para pemudik, dan sekaligus menguatkan ikatan di antara peserta PMMD DIY agar terus berkerja bersama dalam membangun Indonesia dari desa," jelas Aga melalui sambungan telepon, Selasa (19/6/2018).

PMMD DIY 2017 memilih mendirikan posko mudik di Jl Srandakan karena di jalan-jalan alternatif belum banyak tersedia tempat untuk istirahat bagi pemudik. Aga mengungkapkan, posko-posko mudik lebih banyak terdapat di jalan-jalan utama, sementara yang di jalan alternatif jarang ada posko.

Dengan mendirikan posko di jalan yang tak termasuk jalur utama, harapannya masyarakat yang melintas bisa punya tempat berhenti untuk makan dan istirahat. "Kalau ada pengendara yang tak tahu jalan, teman-teman bisa menunjukkan arah juga," kata Aga.

PMMD DIY, sambung Aga, pada arus balik juga akan mendirikan posko. Untuk pemilihan tempat masih dipertimbangkan. Ada dua pilihan, yakni Terminal Giwangan atau Terminal Gamping.

"Lagi survei. Besok [Rabu, 20/6/2018] akan mulai dibuka. Saat arus balik kan berangkatnya dari DIY, jadi lebih ke terminal. Kalau tetap ramai, posko akan dibuka selama tiga hari. Jika tidak akan dibuka selama dua hari," tuturnya.

Sebagai informasi, Program PMMD merupakan salah satu program prioritas nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga guna melaksanakan gerakan revolusi mental di kalangan pemuda untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan daya saing bangsa, melalui peningkatan peran kepeloporan pemuda di pedesaan.

PMMD merupakan pengembangan dari program Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3), yang telah berjalan sejak tahun 1989 hingga berakhirnya program (PSP3 angkatan ke XXV) pada tahun 2016.

Selanjutnya mulai Tahun 2017, melalui PMMD, Pemerintah melaksanakan program yang diarahkan untuk pengembangan potensi intelektual dan keterampilan  pemuda, yang sejalan dengan konsep Desa Mandiri untuk mengembangkan keberdayaan dan pembangunan masyarakat desa di bidang ekonomi, sosial dan kebudayaan, yang dikenal dengan lumbung desa yang mendorong usaha ekonomi dalam arti luas, dengan menciptakan akses produksi, distribusi dan pasar.

Pada tahun 2017 pula, DIY terpilih menjadi salah satu dari sepuluh provinsi yang melaksanakan program PMMD. Lebih dari 160 pemuda dan pemudi dari empat kabupaten di DIY dipilih untuk melaksanakan berbagai kegiatan di desa-desa tempat domisili mereka.