28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Beras SPHP. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA–Perum Bulog Kanwil Yogyakarta bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menggelar gerakan pangan murah di 78 kemantren dan kapanewon di DIY.
Pemda DIY menyebut upaya tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Ninik Setyowati menuturkan gerakan pangan murah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan bahan pangan pokok tetap terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
BACA JUGA: Jika Ada Beras SPHP Rusak, Bisa Ditukar di Bulog
Dalam gerakan pangan murah tersebut, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta pun turut menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara langsung kepada masyarakat.
“Dalam rangka mendukung program SPHP ini tepat sasaran, kegiatan gerakan pangan murah yang dilaksanakan ini tujuannya agar [beras SPHP] dapat langsung ke konsumen atau tidak diperjualbelikan kembali,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025)
Dia menuturkan dalam gerakan pangan murah tersebut ada sekitar 150 ton beras SPHP yang disalurkan di DIY. Ratusan ton beras tersebut dapat ditebus langsung oleh masyarakat dalam gerakan pangan murah tersebut.
Menurutnya, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta berkomitmen agar penyaluran beras SPHP sesuai aturan. Sesuai aturan teknis pelaksanaan penyaluran beras SPHP tahun ini, katanya, beras tersebut dapat disalurkan dengan beberapa cara yaitu melalui gerakan pangan murah, outlet BUMN, rumah pangan kita, toko ritel modern atau swalayan, pedagang eceran di pasar rakyat, dan koperasi desa merah putih.
Perum Bulog Kanwil Yogyakarta bekerjasama dengan Pemda DIY dan Satgas Pangan Polda DIY juga mengawasi penyaluran beras tersebut agar tidak ada penyelewengan. “Kami menghimbau agar masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras,” katanya.
Dijelaskan Ninik, ketersediaan cadangan beras pemerintah di wilayah DIY masih mencukupi. Menurutnya, penyaluran beras SPHP tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, sehingga stabilisasi harga beras dapat terus terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi.
Selain beras, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta juga menyalurkan gula dan minyak goreng dengan dalam gerakan pangan murah tersebut. Menurutnya, Perum Bulog melakukan kegiatan serupa pada ribuan kecamatan di seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini bertujuan menjamin ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga yang dapat menjangkau lapisan masyarakat di seluruh pelosok negeri,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.