Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Beras SPHP. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA–Perum Bulog Kanwil Yogyakarta bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menggelar gerakan pangan murah di 78 kemantren dan kapanewon di DIY.
Pemda DIY menyebut upaya tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Ninik Setyowati menuturkan gerakan pangan murah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan bahan pangan pokok tetap terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
BACA JUGA: Jika Ada Beras SPHP Rusak, Bisa Ditukar di Bulog
Dalam gerakan pangan murah tersebut, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta pun turut menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara langsung kepada masyarakat.
“Dalam rangka mendukung program SPHP ini tepat sasaran, kegiatan gerakan pangan murah yang dilaksanakan ini tujuannya agar [beras SPHP] dapat langsung ke konsumen atau tidak diperjualbelikan kembali,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025)
Dia menuturkan dalam gerakan pangan murah tersebut ada sekitar 150 ton beras SPHP yang disalurkan di DIY. Ratusan ton beras tersebut dapat ditebus langsung oleh masyarakat dalam gerakan pangan murah tersebut.
Menurutnya, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta berkomitmen agar penyaluran beras SPHP sesuai aturan. Sesuai aturan teknis pelaksanaan penyaluran beras SPHP tahun ini, katanya, beras tersebut dapat disalurkan dengan beberapa cara yaitu melalui gerakan pangan murah, outlet BUMN, rumah pangan kita, toko ritel modern atau swalayan, pedagang eceran di pasar rakyat, dan koperasi desa merah putih.
Perum Bulog Kanwil Yogyakarta bekerjasama dengan Pemda DIY dan Satgas Pangan Polda DIY juga mengawasi penyaluran beras tersebut agar tidak ada penyelewengan. “Kami menghimbau agar masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras,” katanya.
Dijelaskan Ninik, ketersediaan cadangan beras pemerintah di wilayah DIY masih mencukupi. Menurutnya, penyaluran beras SPHP tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, sehingga stabilisasi harga beras dapat terus terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi.
Selain beras, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta juga menyalurkan gula dan minyak goreng dengan dalam gerakan pangan murah tersebut. Menurutnya, Perum Bulog melakukan kegiatan serupa pada ribuan kecamatan di seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini bertujuan menjamin ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga yang dapat menjangkau lapisan masyarakat di seluruh pelosok negeri,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.