Advertisement
Pemda DIY-Bulog Menggelar Gerakan Pangan Murah di 78 Kemantren

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Perum Bulog Kanwil Yogyakarta bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menggelar gerakan pangan murah di 78 kemantren dan kapanewon di DIY.
Pemda DIY menyebut upaya tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Advertisement
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Ninik Setyowati menuturkan gerakan pangan murah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan bahan pangan pokok tetap terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
BACA JUGA: Jika Ada Beras SPHP Rusak, Bisa Ditukar di Bulog
Dalam gerakan pangan murah tersebut, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta pun turut menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara langsung kepada masyarakat.
“Dalam rangka mendukung program SPHP ini tepat sasaran, kegiatan gerakan pangan murah yang dilaksanakan ini tujuannya agar [beras SPHP] dapat langsung ke konsumen atau tidak diperjualbelikan kembali,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025)
Dia menuturkan dalam gerakan pangan murah tersebut ada sekitar 150 ton beras SPHP yang disalurkan di DIY. Ratusan ton beras tersebut dapat ditebus langsung oleh masyarakat dalam gerakan pangan murah tersebut.
Menurutnya, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta berkomitmen agar penyaluran beras SPHP sesuai aturan. Sesuai aturan teknis pelaksanaan penyaluran beras SPHP tahun ini, katanya, beras tersebut dapat disalurkan dengan beberapa cara yaitu melalui gerakan pangan murah, outlet BUMN, rumah pangan kita, toko ritel modern atau swalayan, pedagang eceran di pasar rakyat, dan koperasi desa merah putih.
Perum Bulog Kanwil Yogyakarta bekerjasama dengan Pemda DIY dan Satgas Pangan Polda DIY juga mengawasi penyaluran beras tersebut agar tidak ada penyelewengan. “Kami menghimbau agar masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras,” katanya.
Dijelaskan Ninik, ketersediaan cadangan beras pemerintah di wilayah DIY masih mencukupi. Menurutnya, penyaluran beras SPHP tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, sehingga stabilisasi harga beras dapat terus terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi.
Selain beras, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta juga menyalurkan gula dan minyak goreng dengan dalam gerakan pangan murah tersebut. Menurutnya, Perum Bulog melakukan kegiatan serupa pada ribuan kecamatan di seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini bertujuan menjamin ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga yang dapat menjangkau lapisan masyarakat di seluruh pelosok negeri,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Marak Aksi Unjuk Rasa, ICMI Ajak Semua Pihak Jaga Persatuan
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Minggu 31 Agustus 2025
- Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini, Minggu 31 Agustus 2025
- Jadwal KA Prameks Hari Ini, Minggu 31 Agustus 2025, dari Tugu Jogja ke Kutoarjo
- Jadwal KA Bandara Jogja Terbaru Hari Ini, Minggu 31 Agustus 2025
- Jadwal dan Tarif DAMRI ke Bandara YIA, Minggu 31 Agustus 2025
Advertisement
Advertisement