Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kelurahan Rejowinangun Jogja, memproduksi sabun power liquid, beberapa waktu lalu./ist Kelurahan Rejowinangun
Harianjogja.com, JOGJA—Di Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, warga menciptakan sabun Power Liquid sebagai inovasi ramah lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal. Produk ini memanfaatkan botol bekas, mendukung pengurangan sampah plastik, dan menumbuhkan kemandirian warga.
Lurah Rejowinangun, Handani Bagus Setyarso, menjelaskan masyarakat di wilayahnya kini tidak hanya aktif dalam mengelola sampah rumah tangga, tetapi juga berhasil menciptakan produk unggulan berupa sabun cuci piring buatan sendiri bernama Power Liquid.
Program ini dijalankan oleh UP2K PKK Rejowinangun, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendukung gerakan pengurangan sampah plastik. “Melalui pembuatan sabun cuci piring Power Liquid, kami bisa memanfaatkan botol bekas air kemasan sebagai wadahnya. Sampah plastik bisa berkurang secara signifikan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Botol-botol untuk wadah sabun ini dibeli dari bank sampah yang ada di kelurahan Rejowinangun. Dengan demikian, ekosistem ekonomi dari sampah bisa berjalan. “Warga memilah, bank sampah menampung dan menjual, hasilnya digunakan kembali untuk produk bernilai jual," ungkapnya.
Terdapat dua jenis kemasan yang digunakan: botol premium dan botol biasa. Untuk botol premium ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. Produk dengan kemasan ini bisa dijual dan dititipkan ke toko-toko maupun warung di sekitar wilayah Rejowinangun.
Sementara botol biasa digunakan untuk kebutuhan warga sendiri, yang biasanya dijual secara langsung saat pertemuan rutin PKK setiap bulan. Setiap kali pertemuan PKK digelar, warga selalu membuat dua drum sabun Power Liquid, dan menariknya, selalu langsung habis terjual. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi warga terhadap produk lokal buatan mereka sendiri.
Hampir seluruh warga Rejowinangun kini beralih menggunakan sabun Power Liquid untuk kebutuhan rumah tangga mereka. Selain ramah lingkungan, harga yang ditawarkan juga jauh lebih terjangkau dibandingkan produk pabrikan, hanya Rp10.000 untuk botol ukuran 800 ml.
“Kami sengaja memilih sabun cuci piring karena setiap rumah tangga pasti memerlukannya. Jadi, lebih mudah dijual dan hasilnya bisa langsung dirasakan manfaatnya,” paparnya.
Dalam pembuatan sabun cuci piring ini, seluruh proses produksi dilakukan sepenuhnya oleh warga, mulai dari pembuatan, pengemasan, hingga distribusi. Selain menumbuhkan keterampilan baru, kegiatan ini juga memupuk semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi di kalangan ibu-ibu PKK Rejowinangun.
"Tak hanya sekadar kegiatan ekonomi kreatif, Power Liquid juga memberikan dampak sosial yang nyata. Sepanjang tahun 2024, hasil penjualan sabun cuci piring ini mendapatkan keuntungan sekitar Rp11 juta," ungkapnya.
Keuntungan tersebut kemudian digunakan untuk mendukung kegiatan sosial, salah satunya membantu posyandu balita dalam program penurunan angka stunting. "Keuntungan yang didapatkan kami kembalikan untuk warga. Salah satunya untuk membantu posyandu balita agar program penurunan stunting bisa terus berjalan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.