Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kelurahan Rejowinangun Jogja, memproduksi sabun power liquid, beberapa waktu lalu./ist Kelurahan Rejowinangun
Harianjogja.com, JOGJA—Di Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, warga menciptakan sabun Power Liquid sebagai inovasi ramah lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal. Produk ini memanfaatkan botol bekas, mendukung pengurangan sampah plastik, dan menumbuhkan kemandirian warga.
Lurah Rejowinangun, Handani Bagus Setyarso, menjelaskan masyarakat di wilayahnya kini tidak hanya aktif dalam mengelola sampah rumah tangga, tetapi juga berhasil menciptakan produk unggulan berupa sabun cuci piring buatan sendiri bernama Power Liquid.
Program ini dijalankan oleh UP2K PKK Rejowinangun, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendukung gerakan pengurangan sampah plastik. “Melalui pembuatan sabun cuci piring Power Liquid, kami bisa memanfaatkan botol bekas air kemasan sebagai wadahnya. Sampah plastik bisa berkurang secara signifikan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Botol-botol untuk wadah sabun ini dibeli dari bank sampah yang ada di kelurahan Rejowinangun. Dengan demikian, ekosistem ekonomi dari sampah bisa berjalan. “Warga memilah, bank sampah menampung dan menjual, hasilnya digunakan kembali untuk produk bernilai jual," ungkapnya.
Terdapat dua jenis kemasan yang digunakan: botol premium dan botol biasa. Untuk botol premium ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. Produk dengan kemasan ini bisa dijual dan dititipkan ke toko-toko maupun warung di sekitar wilayah Rejowinangun.
Sementara botol biasa digunakan untuk kebutuhan warga sendiri, yang biasanya dijual secara langsung saat pertemuan rutin PKK setiap bulan. Setiap kali pertemuan PKK digelar, warga selalu membuat dua drum sabun Power Liquid, dan menariknya, selalu langsung habis terjual. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi warga terhadap produk lokal buatan mereka sendiri.
Hampir seluruh warga Rejowinangun kini beralih menggunakan sabun Power Liquid untuk kebutuhan rumah tangga mereka. Selain ramah lingkungan, harga yang ditawarkan juga jauh lebih terjangkau dibandingkan produk pabrikan, hanya Rp10.000 untuk botol ukuran 800 ml.
“Kami sengaja memilih sabun cuci piring karena setiap rumah tangga pasti memerlukannya. Jadi, lebih mudah dijual dan hasilnya bisa langsung dirasakan manfaatnya,” paparnya.
Dalam pembuatan sabun cuci piring ini, seluruh proses produksi dilakukan sepenuhnya oleh warga, mulai dari pembuatan, pengemasan, hingga distribusi. Selain menumbuhkan keterampilan baru, kegiatan ini juga memupuk semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi di kalangan ibu-ibu PKK Rejowinangun.
"Tak hanya sekadar kegiatan ekonomi kreatif, Power Liquid juga memberikan dampak sosial yang nyata. Sepanjang tahun 2024, hasil penjualan sabun cuci piring ini mendapatkan keuntungan sekitar Rp11 juta," ungkapnya.
Keuntungan tersebut kemudian digunakan untuk mendukung kegiatan sosial, salah satunya membantu posyandu balita dalam program penurunan angka stunting. "Keuntungan yang didapatkan kami kembalikan untuk warga. Salah satunya untuk membantu posyandu balita agar program penurunan stunting bisa terus berjalan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.