Advertisement
Hasto Tawari Warga Penolak NYIA Rumah Beserta Isinya
Suasana pemagaran lahan IPL NYIA yang diwarnai kericuhan, di Dusun Sidorejo, Desa Glagah, Rabu (12/4/2018). Sejumlah orang dari personel kepolisian, dan warga terjatuh akibat saling dorong. - Harian Jogja/Uli Febriarni
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan lelang untuk pembangunan fisik NYIA sudah selesai. Ia memprediksi pada akhir Juli 2018, pembangunan sudah mulai berjalan, sebab pada April 2019, bandara baru ditargetkan sudah mulai beroperasi secara terbatas.
Oleh karena itu, pemindahan warga yang masih enggan pindah dari proyek perlu segera dilaksanakan. Pemkab Kulonprogo, ujarnya, selalu berusaha menyampaikan kepada para warga penolak agar mau pindah secara sukarela, sebab segala fasilitas pengganti sudah disediakan.
Advertisement
"Kalau mereka enggak punya rumah kami sewakan. Kalau betul-betul tidak punya rumah, kami masih punya lima sudah lengkap dengan mebelnya. Tanahnya 80 meter, bangunan tipe 36, lengkap dengan kasur. Kalau ada yang 31 [KK] itu ada yang mau, ya cepet-cepetan. Yang penting bukan orang yang kaya-kaya amat," jelasnya, Senin (25/6/2018).
Jika 31 KK yang masih menolak pindah harus terpaksa dieksekusi, sambung Hasto, mereka tidak akan terlantar. "Jangankan orangnya, sapinya saja kami perhatikan. Kemarin sudah tengok dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim, kandang sapinya bagaimana, sudah disiapkan belum. Sampai segitunya."
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Istana Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Hogi Kejar Jambret Disorot DPR, Polisi dan Jaksa Siap Dipanggil
- Realisasi Investasi Gunungkidul 2025 Melonjak, Pertanian Dominan
- Disnakertrans DIY Belum Terima Pengajuan Penangguhan UMP 2026
- Sampah Pasar Jogja Menggunung, Disdag Perkuat Pengolahan Mandiri
- Penyakit VTE Jadi Silent Killer, Guru Besar UGM Ingatkan Deteksi Dini
Advertisement
Advertisement



