Ada Kampung Perangkai Bunga di Jogja

Jalan Suroto, Kotabaru, Jogja, Senin (25/6/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
17 Juli 2018 11:50 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Warga yang bermukim di kawasan toko bunga Kotabaru bersiap menyambut pembentukan kampung literasi profesi florist. Mulai hari ini sekitar 20 perangkai bunga akan dilatih membuat rangkaian bunga khas Kota Jogja.

Katua Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sekar Rinonce Kotabaru FX Supardi mengatakan pelatihan bersertifikat akan dilaksanakan selama dua hari untuk membentuk kampung berkompetensi merangkai bunga.

"Selama ini kan mereka merangkainya masih sangat teknis, yang penting laku saja. Dengan pelatihan ini diharapkan mereka bisa membuat rangkaian khas Kota Jogja dan nantinya akan ada sertifikat profesinya," kata Supardi, Senin (16/7/2018).

Supardi mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Pemkot Jogja untuk melaksanakan pembangunan berbasis kampung kompetensi.

Pelatihan tersebut didanai oleh Dinas Pendidikan Kota Jogja, namun dana yang digulirkan agar pelatihan bebas biaya masih terbatas. Supardi mengatakan untuk menerbitkan sertifikat kompetensi dibutuhkan biaya pelatihan sebesar Rp5 Juta per orang. Oleh karena itu perangkai bunga lainnya akan disertifikasi pada tahun anggaran selanjutnya.

"Nanti akan ada uji kompetensi nasional pada 11 sampai 13 Agustus 2018. Sebelum uji kompetensi nasional, akan ada pelatihan lagi setelah pelatihan ini, namanya training of trainer. Setelah itu perangkai bunga yang mau sertifikasi tempatnya di sini," kata Supardi.

Supardi mengatakan keseluruhan pelatihan akan dituntun oleh narasumber dari Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI). Kehadiran IPBI yang berpusat di Jakarta juga sekaligus menghidupkan kepengurusan IPBI Kota Jogja yang sudah lama berhenti.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana mengatakan nantinya sertifikat profesi tersebut dapat digunakan untuk mencari pekerjaan di seluruh Indonesia. Nantinya upah yang diberikan akan dihitung per jam. "Nanti sasaran selanjutnya adalah sertifikasi tukang sapu di Kotabaru, kami akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Semua profesi akan dapat, nanti akan dilakukan secara bertahap," kata Edy.