Dinkes Gunungkidul Gencarkan Pelacakan TBC Targetkan 1.000 Kasus
Dinkes Gunungkidul menemukan 205 kasus baru TBC melalui program ACF TB yang melibatkan 30 puskesmas sejak April 2026.
Panorama dari Puncak Becici, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, DIY./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik tingkat nasional untuk kategori pengembangan pariwisata. Total ada sepuluh kabupaten dan sepuluh kotamadya peraih penghargaan dari Yokatta yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan penghargaan kepada Pemkab diberikan pada Jumat (20/7/2018) lalu. Di wilayah DIY, Bantul tidak sendiri karena Kabupaten Sleman dan Kota Jogja juga mendapatkan penghargaan yang sama.
“Sleman dan Bantul masuk sepuluh kabupaten yang mengembangkan pariwisata terbaik. Sedang untuk Kota Jogja masuk di sepuluh besar kotamadya terbaik,” kata Kwintarto kepada Harian Jogja, Minggu (22/7/2018).
Menurut dia, penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah terbaik ini melihat komitmen dan inovasi dalam mengembangkan destinasi wisata di wilayah masing-masing. Penilaian dilakukan secara independen dan profesional.
Kwintarto menuturkan ada beberapa indikator agar suatu daerah bisa mendapatkan penghargaan ini. Indikator dalam penilaian meliputi ketersediaan dan pertumbuhan kamar hotel, jumlah pendapatan asli daerah (PAD), jumlah kunjungan, kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga keberadaan atraksi dan seni yang dimiliki.
Kwintarto bersyukur di dalam penilaian, Bantul masuk dalam sepuluh besar kabupaten terbaik dari 416 kabupaten di Indonesia. Menurut dia, nilai lebih yang dimiliki Bantul adalah peningakatan PAD, jumlah kunjungan hingga beberapa event atraksi sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat.
“Satu-satunya yang kurang dari kami adalah jumlah hotel sehingga berpengaruh terhadap lama tinggal wisatawan. Sedang untuk kunjungan wisatawan ada peningkatan 900.000 pengunjung dibandingkan kunjungan di tahun sebelumnya,” kata mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini.
Dia menambahkan penghargaan yang berhasil diperoleh ini akan dijadikan motivasi untuk terus mengembangkan pariwisata yang lebih baik lagi.
“Kami sudah punya target untuk pariwisata Bantul bisa go international. Jadi capaian itu menjadi tantangan bagi kepala daerah dan Dinas Pariwisata Bantul untuk selalu berusaha dan berjuang menjadi lebih baik agar maysarakat dapat lebih sejahtera,” kata Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Gunungkidul menemukan 205 kasus baru TBC melalui program ACF TB yang melibatkan 30 puskesmas sejak April 2026.
BPOM pantau 263 ribu tautan kosmetik ilegal. Ribuan produk di-blacklist, mayoritas berasal dari luar negeri.
Delapan dapur MBG di Solo dihentikan sementara karena IPAL belum sesuai standar. Pemkot pastikan layanan tetap berjalan.
Kemenpar ungkap kota favorit turis asing di Indonesia. Dari Jakarta hingga Bromo, tren wisata 2026 terus meningkat.
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.
Media Korea menyebut Shin Tae-yong berpeluang melatih Persija. Negosiasi disebut sudah berjalan sejak April 2026.