Rekam Data E-KTP, Disdukcapil Jemput Bola ke Sekolah

Ilustrasi KTP elektronik./Harian Jogja - Desi Suryanto
15 Agustus 2018 20:15 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman melakukan perekaman data e-KTP dengan mendatangi sekolah-sekolah. Sistem jemput bola ini diyakini mampu menjaring remaja yang berpotensi masuk dalam daftar calon pemilih untuk Pemilu 2019.

Kepala Disdukcapil Sleman, Jazim Sumirat, mengatakan berdasarkan data panitia pendaftaran pemilih atau pantarlih, ada 9.000 potensi pemilih pemula di Sleman. Namun data tersebut belum berdasarkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). "Setelah kami verifikasi jumlahnya [pemilih pemula] sekitar 5.000," kata Jazim saat ditemui di kantornya, Rabu (15/8/2018).

Data sekitar 5.000 calon pemilih tersebut kemudian diinformasikan kepada pemerintah kecamatan untuk bisa ditindaklanjuti dengan perekaman data e-KTP. Setiap hari petugas datang ke SMA/SMK untuk menjaring para pelajar melakukan perekaman data e-KTP. Cara ini ditempuh karena para siswa tidak familiar dengan desa atau kecamatan yang berwenang terhadap perekaman data kependudukan.

Perekaman mulai dilakukan terhadap pelajar usia 16 tahun. "Saat mereka ulang tahun [ke-17] nanti, [kepingan e-KTP] bisa langsung dicetak dengan menunjukkan surat tanda terima," tuturnya. Ia menargetkan data kependudukan dari 5.000 pelajar ini dapat terekam maksimal akhir tahun ini.

Kepala SMAN 1 Pakem, Kristya Mintarja, mengatakan sekolahnya pernah didatangi tim dari Disdukcapil beberapa bulan lalu untuk melakukan perekaman data siswa. Saat itu ada sekitar 20 siswa yang memanfaatkan layanan perekaman data ini. Ia menyambut baik upaya tersebut karena membawa keuntungan bagi dinas maupun sekolah. "Secara umum memang lebih baik karena tidak mengganggu siswa harus izin urus KTP," ujarnya.

Ia berharap program jemput bola ini terus dilakukan. Ia juga ingin proses pencetakannya bisa cepat dilakukan. "Saya enggak tahu apakah yang [sudah terekam] kemarin sudah dicetak atau belum, atau justru langsung didistribusikan ke desa di mana siswa tinggal," katanya.