Prambanan Jazz Diharapkan Menjadi Diplomasi Budaya

Diana Krall (dua kanan) berfoto bersama dengan sejumlah artis pengisi Prambanan Jazz saat jumpa pers di Hotel Tentrem, Jumat (17/8/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
17 Agustus 2018 23:17 WIB Irwan A Syambudi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Prambanan Jazz 2018 merupakan konser tahunan yang telah diadakan keempat kalinya di Candi Prambanan. Konser musik yang menghadirkan musisi luar dan dalam negeri ini diharapkan dapat menjadi ajang diplomasi budaya.

Hal itu diungkapkan oleh CEO Rajawali Indonesia Communication, Anas Syahrul Alimi yang mempromotori konser tersebut saat jumpa pers di Hotel Tentem, Kota Jogja, Jumat (17/8/2018) sore.

"Cita cita besar [Prambanan Jazz] jadi diplomasi budaya. Kami selalu konsisten menghadirkan artis dunia," katanya, Jumat kemarin.

Lanjutnya lagi pihaknya juga ingin membantu pemerintah dalam hal mendatangkan wisatawan melalui konser musik yang berkelas. Melalui artis-artis dunia seperti Diana Krall, ia yakin menarik minat penonton dari luar negeri yang akhirnya juga menjadi wisatawan di Indonesia.

"Kami mencoba membantu pemerintah mewujudkan 20 juta wisatawan. Hampir 50 persen pembelinya [tiket Prambanan Jazz] dari luar negri. Kami meyakinkan bahwa dia [Diana Krall] hanya main di Indonesia bukan untuk tour dunia," ungkapnya.

Menurutnya kedatangan artis-artis dunia di Prambanan akan membuat Candi Prambanan dikenal oleh dunia internasional. Tidak hanya berdampak positif bagi Candi Prambanan, dia berharap juga akan memberikan efek domino terhadap perekonomian di DIY.

Di sisi lain, dalam konser yang berlangsung Jumat-Minggu, 17-19 Agustus 2018 itu menurut Anas akan berbeda dengan tiga konser terdahulu. Pasalnya pada hari kedua akan tampil Diana Krall, seorang musisi jazz asal Kanada peraih puluhan penghargaan bergengsi.

"Dia [Diana Krall] akan main sendiri dari jam [pukul] 21.00 sampai 23.00 WIB lebih. Dia akan mendominasi panggung," katanya

Ia mengatakan Diana Krall terakhir kali ke Indonesia, yakni Jakarta, pada 2001 silam. Kehadiran Diana Krall kali ini menjadi yang ketiga kalinya. Penampilannya di Prambanan ini diharapkan akan menjadi sajian yang berkesan karena ada latar pemandangan Candi Prambanan di belakangnya.

Selain Diana, ada juga musisi luar negeri seperti Boyzone, dan Sheila Majid asal Malaysia yang akan berduet dengan Tohpati. Sementara musisi dalam negeri di antaranya adalah Rio Febrian ft. Marcell; Kahitna ft. RAN; Indra Lesmana ft. Iva Selia; Tompi ft. Nadia Fatira; dan Ida Rasidi dan Saharani.

"Ini akan menjadi menarik, master jazz senior Ida Rasidi akan tampil kolaborasi," ujarnya.

Selain pengambilan kolaborasi, juga ada penampilan Glenn Fredly, Monita Tahalea, Iwa K, The Rain, Kla Project, Jikustik, Tulus, dan Gigi, Dewa 19 dan Ari Lasso.

Acara Prambanan Jazz akan ditutup dengan penampilan boy band Basal Irlandia, Boyzone. Band yang beranggotakan Keith Duffy, Mikey Graham, Ronan Keating, Shane Lynch, dan Stephen Gately ini tampil terakhir kalinya di Indonesia. "Ini tour terakhir mereka ke Indonesia sebelum bubar," ucapnya.

Selain musik jazz, di acara tersebut juga akan ada pasar kangen dengan isi kuliner-kuliner tradisional, kids area dengan sejumlah acara lomba menggambar, mainan dan perpustakaan.

Ia berharap pengunjung acara yang telah dihelat keempat kalinya ini bisa ada tambahan jumlah pengunjung. Jika tahun lalu ada sekitar 35 ribu pengunjung, tahun ini ditargetkan mencapai 40 ribu pengunjung.

"Hingga kemarin penjualan tiket hampir 15 ribu. Tapi habbit pengunjung sini on the spot. Kalau artisnya sudah mendarat di Indonesia sudah percaya. Tapi saya kira semua everything is well. Semua sudah berjalan sesuai keinginan kita," kata dia.

Direktur Prambanan Jazz Festival, Bakkar Wibowo mengatakan mengadakan konser di area heritage cukup sulit karena banyak syarat yang harus dipenuhi. Apalagi harus bisa memenuhi sejumlah persyaratan yang diberikan pengelola di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kendala utama itu. Tapi izin sudah keluar. Mereka akan mengawasi selama konser," katanya.