Dukung Pemilu, Disdukcapil Jemput Bola Perekaman e-KTP ke Sekolah

Petugas melakukan perekaman iris mata seorang siswa SMA Negeri 1 Wates, Senin (20/8 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
20 Agustus 2018 14:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Untuk mendukung pelaksanaan Pemilu khususnya bagi pemilih pemula, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo melakukan aksi jemput bola perekaman data e-KTP di sejumlah sekolah, Senin (20/8/2018). Dua sekolah yang disasar yakni SMA Bopkri Wates dan SMA Negeri 1 Wates.

Perekaman data dilakukan untuk seluruh siswa yang belum mempunyai e-KTP atau belum pernah melakukan perekaman data di Kantor Disdukcapil, atau Kecamatan Kalibawang dan Galur. Seluruh siswa yang akan mencapai umur 17 tahun pada April 2019 diberikan hak untuk melakukan perekaman data.

Petugas perekaman data Disdukcapil Kulonprogo, Handono Suryo Putro, menyatakan ada empat sekolah yang ditargetkan bakal disambangi dalam perekaman data pada Senin. "Ada dua tim yang diterjunkan untuk perekaman data, teknisnya setelah satu sekolah selesai dilanjutkan ke lokasi lainnya," katanya, Senin.

Menurut Handono, selama Agustus 2018 ada 10 sekolah yang menjadi target perekaman data. Disdukcapil berharap seluruh siswa yang telah berusia 17 tahun atau bakal berusia 17 tahun pada April 2019 bisa mengikuti perekaman data untuk e-KTP. "Mereka [siswa] tidak perlu ke Kantor Disdukcapil atau kantor kecamatan, sehingga kegiatan perekaman data tidak menganggu kegiatan belajar mengajar," katanya.

Dalam perekaman data di SMA Negeri 1 Wates, petugas sempat terkendala gangguan pada alat perekam tanda tangan dan retina mata. Peralatan terbaru yang dibawa ternyata belum sinkron dengan laptop. "Setelah program diperbaiki semua berjalan lancar,” katanya.

Selain memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerima hak dan kewajibannya sebagai warga negara, Handono mengaku perekaman dengan sistem jemput bola dilakukan untuk menunjang kegiatan KPU menjelang Pemilu 2019. "Pelajar yang sudah berusia 17 tahun bisa memiliki e-KTP sehingga bisa memiliki hak untuk memilih pada pemilu mendatang," ujarnya.

Salah seorang siswa Kelas XII IPA SMA Negeri 1 Wates, Ivana Pavita Rani, 17, mengaku senang bisa mengikuti perekaman data e-KTP. Ia mengaku dipermudah dengan adanya sistem jemput bola yang dilakukan petugas Disdukcapil. "Dengan memiliki e-KTP saya bisa membuat SIM dan bisa nyoblos saat pemilu nanti," ujarnya.

Sebagai pemilih pemula, ia mengaku belum pernah mendapatkan sosialisasi tentang pelaksanaan pemilu. Hanya saja dirinya mengaku telah mencari tahu perihal pemilu yang akan berlangsung 19 April 2019 itu.