KABAR DUKA : Anggota Mapala UII yang Meninggal Di Lombok Sudah Jadi Sukarelawan Kemanusiaan Sejak Muda.

Sejumlah anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UNISI membawa jenazah Muhammad Rukman untuk disalatkan di Masjid Baitul Qohhar, Kampus Universitas Islam Indonesia, Jalan Cik Ditiro, Kota Jogja, Sabtu (1/9/2018). - Harian Jogja - Irwan A. Syambudi
02 September 2018 09:50 WIB Irwan A Syambudi Jogja Share :

Harianjogja.com JOGJA- Salah seorang sukarelawan yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UNISI UII meninggal saat melakukan tugas kemanusiaan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia dikenal sebagai sosok yang gigih dalam kegiatan kemanusiaan.

Muhammad Rukman, 54, atau akrab disapa Boni menghembuskan nafas terakhirnya sesat setelah meresmikan sebuah masjid bagi warga korban bencana di Lombok Utara, pada Jumat (31/8/2018) pukul 20.30 WITA. Pria yang meninggalkan seorang istri dan satu orang putri ini dikenal sebagai orang yang peduli dengan kegiatan kemanusiaan.

Hal itu diungkapkan salah seorang rekan relawan yang bersama dengan Boni di Lombok, Prasetyo Wibisono atau kerap disapa Jois. Menurutnya almarhum telah banyak mendedikasikan hidupnya untuk aktivitas kemanusiaan, terutama dalam membantu korban bencana.

"Almarhum merupakan sosok orang yang sama sekali tanpa memiliki kepentingan apapun saat penanganan bencana, kecuali untuk kemanusiaan," kata dia, Sabtu (1/9/2018).

Boni yang bergabung dengan Mapala UNISI sejak tahun 80 an ini melakukan sejumlah program kemanusiaan untuk korban gempa di Lombok Utara. Bersama anggota Mapala UNISI lainnya, lanjut Jois, Boni membuat sanitasi air atau pipanisasi air untuk kebutuhan air bersih bagi korban gempa di Lombok Utara.

Selain itu Boni bersama relawan lain juga melakukan evakuasi dan pencarian jenazah, evakuasi rumah warga yang rusak, distribusi bantuan, trauma healing, membuat sekolah darurat, dan dapur umum.

Lanjutnya lagi almarhum Boni memang dikenal sebagai sosok relawan yang sangat peduli terhadap kemanusiaan. Almarhum sedari muda sudah aktif sebagai relawan. Sebelumnya di Lombok juga turun menjadi relawan untuk membantu korban bencana seperti saat tsunami di Aceh, gempa di Padang, erupsi Gunung Merasi, gempa di Bantul, erupsi Gunung Kelud, gempa di Pidi, Aceh.

Lanjut Jois, sehari-hari Almarhum bekerja mengelola indekos di daerah tempat ditinggalnya di Mrican, Caturtunggal, Depok Sleman. Almarhum merupakan lulusan Jurusan Teknik Tekstil UII yang menjadi anggota luar bisa di Mapala UNISI. "Di Mapala UNISI itu jenis keanggotaan ada dua, kalau yang masih mahasiswa itu anggota biasa, kalau sudah alumni itu anggota luar biasa. Almarhum adalah anggota luar biasa," katanya.