Bertabur Seniman, Festival Asia Tri Rekatkan Kohesi Sosial dari Perpecahan Politik

Festival Asia Tri. - Ist
13 September 2018 18:50 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com,  JOGJA- Festival Asia Tri yang menghadirkan artis dari sejumlah negara dan seniman dari berbagai daerah digelar di Jogja.

Asia Tri merupakan festival seni pertunjukan yang diprakarsai oleh artis dari tiga negara yaitu Yang Hye Jin dari Korea Selatan, Soga Masaru dari Jepang, dan Bambang Paningron dan Bimo Wiwohatmo dari Indonesia (Jogja).

Tahun ini Festival Asia Tri bakal digelar pada 13-14 September di Omah Petroek, Karangklethak, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Acara akan dimulai pukul 19.30 WIB WIB-22.00 WIB.

Bagian Media Relasi Festival Asia Tri Amelberga Astri Amelberga Astri mengatakan akan ada 20 karya dipresentasikan dalam dua hari penyelenggaraan festival ini.

Beberapa seniman di antaranya akan tampil untuk pertama kalinya di Asia Tri Jogja. Antara lain Djarot Studio Taksu (Surakarta) dan Indonesia Performance Syndicate Padangpanjang (Padang) yang menjadi highlight tahun ini. Lalu ada pula Ayu Wardani (Surakarta), Ni Nyoman Sudewi (Bali), Parrisca Ngremo Surapati (Pasuruan), Fitri Dance (Padang), Silvia Dewi (Yogyakarta), Mutsumi & Neiro (Jepang) dan Yuko Kawamoto (Jepang).

"Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 2005 di Seoul, Korea Selatan, disusul oleh Yogyakarta pada tahun 2006 dan tahun ini kembali diselenggarakan pada tanggal 13-14 Agustus 2018 di Omah Petroek, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta," kata Amelberga Astri melalui rilis Kamis (13/9/2018).

Meskipun diprakarsai oleh tiga negara, pada dasarnya festival ini terbuka bagi seniman dari negara manapun tanpa memandang latar belakang suku, ras, dan agama.

Sebelumnya, telah banyak juga seniman dari berbagai negara di luar Asia yang datang dan turut meramaikan festival ini seperti: Belanda, Australia, Jerman, Austria, Libanon, Prancis, and Italia.

Festival ini bertujuan untuk membangun solidaritas di antara seniman, terutama di Asia, dan diharapkan dapat menciptakan pengertian dari berbagai budaya yang berbeda.

"Yogyakarta sebagai salah satu pemrakarsa juga telah diakui sebagai pusat pengembangan budaya yang akan memberikan dampak positif pada pariwisata, sosial, dan perkembangan ekonomi," kata dia.

Forum Asia Tri Jogja memberikan ruang yang terbuka bagi para peserta untuk berkolaborasi, berdiskusi, workshop dan mengembangkan jejaring antar seniman yang hadir sehingga terbentuk intercultural experiences di antara para peserta

Terpenting lagi kata dia, festival yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat pedesaan ini juga dimaksudkan untuk semakin mempererat kohesi sosial yang terancam retak karena pengaruh kepentingan-kepentingan politik sesaat.

Ditambahkannya, sari sejak pertama diselenggarakan di Jogja, telah hadir ratusan seniman dari dalam dan luar negeri yang menyemarakkan acara ini. Seniman yang diundang adalah seniman-seniman tradisi dan kontemporer dari berbagai bidang yaitu musik, tari dan performance art. (*)