Setelah Ricuh di Seturan, Muncul Ormas Desak Polisi Usut Kasus Kekerasan

Sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) DIY mendatangi Polda DIY, Jumat (14/9/2019). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
14 September 2018 17:00 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) DIY mendatangi Polda DIY, Jumat (14/9/2019) sore. Mereka mendorong Polda DIY agar mengusut tuntas kasus keributan antar dua kelompok warga di Seturan beberapa waktu lalu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) FKOR DIY, Waljito mengatakan pihaknya menolak keras segala bentuk kekerasan yang ada DIY. Adanya pertikaian yang menjurus tindak kekerasan antarkelompok yang terjadi di Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Rabu (13/9/2019) kemarin membuat pihaknya prihatin.

Menurutnya DIY adalah kota yang bhineka, banyak sekali suku yang ada di DIY. Pihaknya sepakat bahwa DIY adalah daerah yang aman dan nyaman, sehingga segala bentuk kekerasan harus dilawan.

"Saya meminta dan kami memohon agar aparat kepolisian segera tegas saja untuk mengusut sampai tuntas, sehingga tidak ada lagi kekerasan yang kecil kemudian menjadi besar," kata dia.

Sebelumnya pertikaian terjadi antar dua kelompok orang di sebuah kafe di Caturtunggal, Depok. Seorang dari kelompok asal Papua mengalami luka tusuk akibat pertikaian itu. Keesokan harinya ketegangan terjadi setelah sekelompok warga Papua turun ke jalan dengan membawa senjata tajam.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengapresiasi sejumlah ormas yang datang ke Mapolda DIY untuk mendukung pengusutan kasus ini. Ia memastikan bahwa penanganan kasus ini masih terus berjalan.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia