Semua Pohon yang Menghalangi Gumuk Pasir di Parangtritis Harus Dibersihkan

Gumuk pasir di Pantai Parangtritis. - IST/Humas Pemkab Bantul
16 September 2018 07:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Parangtritis Geomaritim Science Park (PGSP) menyatakan jika serius ingin merestorasi gumuk pasir maka semua yang menghalangi masuknya material pasir ke kawasan gumuk pasir, termasuk bangunan dan pohon.

Bukan hanya membuat lorong angin, "Kalau buat lorong angin enggak terlalu signifikan. Kalau mau seperti dulu solusinya harus ditebang semua minimal di zona inti saja," kata Kepala PGSP, Nicky Setiawan, saat dihubungi, Jumat (14/9/2018).

Nicky mengatakan dari tiga kawasan gumuk pasir, minimal yang perlu direstorasi adalah zona inti, karena zona timur sudah tidak bisa diotak-atik. Sementara zona barat menjadi zona penunjang zona inti. Karena sulit untuk mempertahankan semua zona.

Menurut dia di zona inti terdapat sejumlah tanaman bunga yang ditanam masyarakat. Selain itu kawasan zona inti juga terhalang pepohonan cemara udang terutama di lokasi pantai cemaro sewu. "Yang harus segera dibersihkan itu pohonnya supaya material masuk," ujar dia.

Namun demikian, Nicky menyadari untuk menghilangkan pohon-pohon bukan perkara mudah. Dari hasil komunikasi dengan berbagai pihak, pohon-pohon cemara udang itu dulu ditnam di sepanjang sempadan pantai untuk menghalau abrasi dan tsunami. Kondisi tersebut diakuinya serba salah menjadi tidak singkron dengan upaya mengembalikan kondisi gumuk pasir.

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan apa yang direkomendasikan PGSP akan jadi kajian penting untuk segera ditindaklanjti. Bukan hanya soal pohon namun juga pendukung pariwisata, "Akan evaluasi gimana kepentingan ekonomi tak tabrakan dengan kelestarian lingkungan," kata dia.

Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Yohanes Ariyanto mengatakan perlu ada koordinasi bersama dengan Pemda DIY dalam penataan kawasan gumuk pasir. Karena kawasan tersebut menjadi kewenangan Pemda DIY.

Kendati demikian pihaknya siap membantu. "Untuk tanaman bunga dan tempat-tempat swafoto yang mengganggu ekosistem gumuk pasir akan kami kembalikan ke seperti semula. Soal pohon cemara perlu dipetakan dulu pohon mana saja yang kira-kira menghalangi gumuk pasir," ucap Ariyanto.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, sebelumnya mengatakan dari sisi pariwisata keberadaan gumuk pasir bisa menjadi destinasi unggulan, karena keberadaannya hanya ada dua di dunia, yakni Meksiko dan Indonesia.

Menurut dia, gumuk pasir menjadi daya tarik wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Namun soal penataannya, ia mengaku bukan kewenanagannya.