Merasa Diintimidasi Tinggal di Jogja, Mahasiswa Papua Demo Kantor Gubernur DIY

Sunartono
Sunartono Kamis, 04 Oktober 2018 18:50 WIB
Merasa Diintimidasi Tinggal di Jogja, Mahasiswa Papua Demo Kantor Gubernur DIY

Mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) menggelar aksi di Kantor Gubernur DIY, di Jalan Suryatmajan, Jogja, Kamis (04/10/2018). Aksi mereka gelar untuk menuntut pemerintah dan kepolisian menutaskan semua kasus kekerasan yang menimpa pelajar dan mahasiswa di DIY, meminta perlindungan dan kenyamanan selama mereka belajar, meminta kepolisian bersikap adil dalam mengusut kasus yang menimpa pelajar dan mahasiswa Papua, memberantas premanisme dan memberikan jamina

Harianjogja.com, JOGJA- Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) DIY mendatangi Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/10/2018). Mereka menyuarakan terkait adanya sejumlah kasus kekerasan yang menimpa mahasiswa di DIY. Para mahasiswa berharap aparat menuntaskan kasus kekerasan yang menimpa mahasiswa Papua.

Para mahasiswa menyuarakan aspirasinya di depan pintu gerbang sisi selatan Kompleks Kepatihan dengan pengawalan aparat kepolisian. Aksi itu berlangsung tertib, mahasiswa meninggalkan lokasi setelah melakukan orasi dan ditemui sejumlah Pejabat Pemda DIY.

Presiden IPMAPA DIY Aris Yeimo mengatakan selama ini DIY dianggap sebagai Kota Pelajar dan budaya sehingga menjadi tujuan belajar mahasiswa dari luar DIY. Namun pihaknya merasakan akhir-akhir ini banyak kekerasan dan intimidasi yang menimpa mahasiswa Papua di DIY.

"Kami berharap diberikan keamanan dan kenyamanan bagi kami pelajar dan mahasiswa Papua di DIY. Serta berharap kasus kekerasan yang menimpa teman-teman kami bisa dituntaskan oleh aparat," terang dia dalam aksinya, Kamis (4/10/2018).

Dimintai konfirmasi terkait aksi tersebut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono mengatakan pihaknya belum mengetahui secara detail kasus yang menimpa mahasiswa Papua. Pihaknya akan meminta keterangan pejabat Pemda DIY yang menemui mahasiswa Papua tersebut agar bisa melihat persoalan itu secara detail. Namun HB X mengaku mahasiswa Papua sudah berjanji untuk tidak ada perkelahian lagi.

"Wah saya enggak tau persis, kalau jadi korban kekerasan, dia melakukan apa, saya kan nggak tahu juga. Yang dulu kan sudah janji sama saya tidak ada perkelahian lahi," kata Sultan.

"Kekerasan itu dilakukan secara sepihak atau memang ada masalah di antara oknum-oknum itu saya kan nggak tahu, mosok ora ono opo-opo langsung ada kekerasan kan yo nggak," ujar Sultan lagi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online