Seniman Berbagai Daerah Meriahkan Pembukaan Menoreh Art Festival di Alun-Alun Wates

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo saat naik ke atas barongan Reog Ponorogo, saat pembukaan MAF 2018, di Alun-alun Wates, Sabtu (13/10/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
13 Oktober 2018 22:17 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Para seniman dan perwakilan dari sejumlah daerah di luar Kulonprogo dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) unjuk kemampuan dalam pembukaan Menoreh Art Festival (MAF) di Alun-alun Wates, Sabtu (13/10/2018).

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Untung Waluyo mengungkapkan, dalam MAF 2018, daerah perwakilan luar DIY yang turut berpartisipasi antara lain berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali.

Meliputi Cirebon, Pandeglang, Sragen, Banyumas, Wonogiri, Purworejo, Karanganyar, Ponorogo, dan lainnya. Menurut dia, penampilan yang ditunjukkan oleh para perwakilan daerah adalah karya-karya unggulan, yang diharapkan bisa mempersatukan seni budaya nusantara di Kulonprogo.

"Sehingga bisa membangun semangat sesuai tema MAF, Gelora Gunung Samudra. Mewakili semangat yang digambarkan oleh geografis perbukitan dan lautan," ujarnya, di sela pembukaan MAF, Sabtu siang.

Seorang perwakilan dari Ponorogo, Rizal mengungkapkan terima kasih kepada Pemkab Kulonprogo dan selamat ulang tahun bagi Kulonprogo, yang telah mengundang mereka untuk berpartisipasi. Ia berharap ke depan, bisa berpartisipasi lagi.

"Tadi rasanya berat ya [bawa barongan] sekitar 50 Kilogram. Belum lagi tadi ditambah berat bawa Bupati, jadi sekitar 100 Kilogram lebih," ungkapnya.

Sementara itu, Novi Sandra yang juga perwakilan dari Ponorogo mengaku bangga bisa menampilkan kesenian Reog Ponorogo di provinsi lain, setelah sebelumnya mempersiapkan diri latihan selama dua pekan. Sehingga ia dan tim bisa mengenalkan reog bukan hanya di lingkungan sekitarnya, melainkan di lebih banyak tempat.

"Senang sekali, apalagi tadi melihat penonton antusias, excited gitu. Semoga ke depan reog bisa mendapat hati di semua orang," tuturnya.

Seorang warga Kulonprogo, Adriana menilai kegiatan tersebut sarat nilai kreatif dan bisa menjadi edukasi mengenalkan beragam seni budaya kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

"Sangat terhibur, selama ini masyarakat Kulonprogo haus hiburan. Semoga ke depan, peserta bisa lebih banyak dan diselenggarakan kontinyu," ungkapnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengungkapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada panitia dan seluruh pihak terkait, yang turut berpartisipasi dan menyukseskan MAF 2018.

Di pergantian usia ke-67 tahun ini, Pemkab Kulonprogo memiliki program pembangunan yang sangat luar biasa, karena harus menyelesaikan pemindahan bandar udara dari Sleman ke Temon. Ia berharap, mudah-mudahan pada April 2019, bandara udara tersebut bisa difungsikan dan sudah ada pesawat yang mendarat di Kulonprogo.