Warga Pantai Congot Cemas, 3 Ekor Buaya Berkeliaran di Muara Sungai Bogowonto

Seorang petugas Pos Sea Rider TNI AL Pantai Congot sedang menyiapkan dua jaring berbahan nilon, sepanjang masing-masing 60 meter x 20 meter, di muara Bogowonto, Selasa (23/10/2018). Jaring yang dilengkapi dengan pelampung besar itu rencana akan ditebar memutar jika buaya muncul kembali, petugas berharap buaya bisa ditangkap hidup-hidup dan diserahan ke BKSDA DIY untuk diobservasi ke tempat lain supaya tidak membahayakan warga. - Harian Jogja/Uli Febriarni
23 Oktober 2018 21:05 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Warga dan nelayan Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon cemas dengan adanya kabar kemunculan tiga ekor buaya di muara Sungai Bogowonto. Hal itu menyebabkan tak nampak aktivitas nelayan di muara Bogowonto, Selasa (23/10/2018).

Petugas Pos Sea Rider TNI AL Pantai Congot, Rocky Manto mengungkapkan, dari dugaan sementara, buaya muara itu merupakan buaya yang muncul, dicari dan menghilang tepat di pintu muara sungai Bogowonto tiga tahun silam.

Pada Sabtu (20/10/2018) buaya-buaya tersebut sempat dilihat banyak orang, jumlahnya ada tiga ekor. Satu di antaranya berukuran besar, panjangnya sekitar 5 meter, sedangkan dua lainnya lebih kecil sekitar 2 meter sampai 2,5 meter.

Ia memperkirakan, dua ekor buaya yang lebih kecil ukurannya, adalah anak dari buaya yang berukuran lebih besar.

Rocky menambahkan, kemunculan buaya di sekitar muara Bogowonto sebetulnya sudah sejak tiga bulan terakhir. Penyisiran terus dilakukan, khususnya saat jam-jam buaya biasa berjemur, untuk mendapatkan bukti otentik kemunculan buaya yang sempat terekam oleh warga.

"Buaya itu muncul di tengah sana, kemarin. Banyak warga yang melihat dari sisi selatan sana, tapi tidak berani mengambil dokumentasi dari dekat karena takut, hanya difoto dari jauh," ujarnya.

Menurut dia, akibat adanya kabar kemunculan buaya muara itu, jika biasanya nelayan sering berburu ikan di muara siang dan malam, sejak kemunculan buaya itu, aktivitas-aktivitas tadi terhenti. Mereka takut dan mengikuti imbauan untuk sementara mengurangi aktivitas mencari ikan di muara Bogowonto, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.