Hilang 3 Hari, Warga Karangmojo Ditemukan Tewas Kecelakaan di Rongkop
Warga Karangmojo yang hilang tiga hari ditemukan tewas setelah kecelakaan tunggal di Rongkop, Gunungkidul, Senin (12/10/2026).
Ilustrasi jalan raya./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul terus dijalankan. Setelah pembangunan di titik Ngalang-Gading, rencannya di tahun depan akan dilakukan pembebasan lahan untuk ruas jalan Ngalang menuju Tawang di Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, jalur alternatif Gunungkidul-Sleman belum sepenuhnya terhubung. Ini lantaran masih ada titik yang belum tersambung, yakni antara Desa Ngalang, Gedangsari menuju Dusun Tawang, Ngoro-Oro, Patuk.
Untuk saat ini, sambung dia, proses pembangunan baru menyelesaikan titik antara ruas di Desa Ngalang sampai Gading, Kecamatan Patuk. “Masih dalam proses dan ditargetkan selesai di akhir tahun ini,” kata Wadiyana kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).
Menurut dia, untuk menghubungkan secara penuh, rencananya di tahun depan dilakukan pembebasan lahan dari ruas Ngalang menuju Tawang. Sedang untuk pembangunan dijalankan setelah proses pembebasan selesai.
Meski masih akan dilakukan pembebasan di tahun depan, namun upaya sosialisasi telah dijalankan pemkab. Diharapkan dengan sosialisasi lebih awal maka warga bisa paham dan mendukung dalam upaya pembuatan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul biar bisa tersambung sepenuhnya. “Sesuai perkiraan, total lahan yang dibebaskan seluas 25 hektare,” ungkapnya.
Salah seorang warga Dusun Plumbungan, Putat, Patuk, Teguh Mulyono mengakui sudah pernah mendapatkan sosialisasi terkait dengan rencanana pembebasan lahan untuk jalur alternatif Sleman-Gunungkidul. Menurut dia, di dalam sosialisasi dinyatakan lahan yang dimiliki akan terkena pembebasan untuk pembangunan jalan. “Tanah saya sudah dipatok,” katanya.
Dia pun berharap dalam proses pembebasan sangat memperhatikan aspirasi dari masyarakat sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dalam pembebasan. “Harus yang wajar sehingga tidak merugikan masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Bambang Sugaib mengatakan, untuk saat ini proses pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul sedang menyelesaikan titik dari Ngalang-Gading. Total ruas yang dibangung sepanjang enam kilometer. “Dana yang disediakan mencapai Rp83 miliar. Selain untuk membangun jalan, anggaran itu juga untuk membangun Jembatan Nguwot,” kata Bambang.
Disinggung mengenai perkembangan pembangunan, ia menilai proses sudah mencapai 80%. Bambang pun menyakini sebelum akhir tahun, ruas jalan ini sudah selesai dibangun. “Masih dalam proses, tapi saya yakin bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Karangmojo yang hilang tiga hari ditemukan tewas setelah kecelakaan tunggal di Rongkop, Gunungkidul, Senin (12/10/2026).
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.