Mengenalkan Nikmatnya Kopi Menoreh melalui Pesta Kopi Kulonprogo

Sejumlah peserta antusias mengikuti lomba menyeduh kopi dalam acara Pesta Kopi Kulonprogo yang diselenggarakan di lapangan basket kompleks Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Wates, Pengasih, Minggu (11/11/2018)./Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
13 November 2018 13:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGOKomunitas pencinta dan penggiat kopi yang menamakan diri Binangun Coffee Society (Bico) mencoba mengenalkan potensi kopi asli Menoreh. Salah satunya melalui acara Pesta Kopi Kulonprogo yang digelar di lapangan basket kompleks kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Wates, Pengasih, Minggu (11/11/2018).

Ketua Bico, Ridwan Fitriyanto, mengatakan kondisi Kulonprogo yang menuju kemajuan ini perlu diimbangi dengan pengenalan potensi lokal, salah satunya kopi. Hal ini menurutnya perlu dilakukan agar potensi lokal tersebut bisa turut merasakan manfaat dari perkembangan Bumi Binangun.

Atas hal itu komunitas ini gencar mengenalkan potensi kopi lokal kepada masyarakat agar tidak kalah dengan kopi lain di luar Kulonprogo. Sejumlah upaya seperti mempromosikan kopi lokal baik robusta maupun arabika sebagai bahan baku utama di kedai-kedai kopi di Kulonprogo juga dilakukan. "Dengan upaya ini kami berharap kopi lokal bisa berjaya di tanah sendiri," ucap Ridwan di sela-sela acara, Minggu.

Menyoal gelaran Pesta Kopi Kulonprogo, Ridwan mengatakan pelaksanaan kegiatan ini untuk meramaikan Hari Kopi Internasional yang jatuh pada 1 Oktober. Selain itu juga untuk menyemarakkan HUT ke-67 Kulonprogo dan hari jadi Bico yang pertama.

Dalam acara yang digelar mulai pukul 14.30 WIB hingga 22.00 WIB ditampilkan sejumlah kegiatan di antaranya lomba seduh kopi, mini expo yang diikuti oleh tenant dari kedai-kedai kopi dan petani kopi yang ada di Kulonprogo, serta talkshow tentang perkembangan dunia kopi dari berbagai sektor.

Dalam acara tersebut, Bico juga menggelar kopi donasi. Sebanyak 1.000 cangkir kopi dari tiga kilogram kopi robusta Menoreh dan satu kilogram kopi arabika Menoreh diseduh yang kemudian dijual dengan harga seikhlasnya kepada para pengunjung. Seluruh hasil penjualan didonasikan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah dan Lombok.

Salah satu pengujung Pesta Kopi Kulonprogo, Dimas, 23, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya apa yang dilakukan Bico merupakan hal positif yang perlu dicontoh komunitas lain. "Ini [Pesta Kopi Kulonprogo] sangat bagus, semoga ke depan bisa terus ada karena mampu membantu promosi kopi lokal," ujarnya.