Kerahkan BUMN, Jokowi Dukung Pembangunan Kampus Terpadu Madrasah Muhammadiyah di Bantul

Presiden Joko Widodo. - Antara Foto/Yudhi Mahatma
06 Desember 2018 16:50 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Milad Satu Abad Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (6/12/2018). Dalam kesempatan itu, Jokowi banyak menyinggung soal pentingnya infrastruktur serta mendukung pembangunan kampus terpadu Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah di Bantul.

Jokowi mengatakan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, jembatan, jalur kereta api, sampai pembangkit listrik sangat berguna untuk mempercepat mobilitas manusia, barang, maupun ekonomi. "Kalau kita enggak punya pelabuhan besar, kita akan kalah dengan negara lain," kata Jokowi, Kamis.

Berbagai proyek pembangunan infrastruktur sedang dikerjakan di berbagai wilayah, salah satunya Papua. Namun pada Minggu (2/12/2018) lalu puluhan pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Surakarta, Nduga, Papua diserang oleh sekelompok orang bersenjata.

"Info terakhir yang saya terima tadi malam, ada 20 orang yang meninggal. Tetapi itu tidak menyurutkan kita untuk membangun Papua karena dari Sabang sampai Merauke semuanya membutuhkan infrastruktur yang harus kita bangun," katanya.

Tahun depan, katanya, strategi pembangunan bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. Strategi tersebut akan dilakukan secara besar-besaran melalui vocational training, vocational school, dan masih banyak lagi. "Timba ilmu sebanyak-banyaknya karena perubahan global sangat cepat," kata presiden.

Terkait Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Jokowi mengakui jika sekolah ini telah mencetak tokoh-tokoh penting seperti AR.Fakhrudin dan Ahmad Syafii Maarif. Mendengar rencana pembangunan kampus terpadu Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah di Sedayu,Bantul pihaknya menginstruksikan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menghimpun dana membantu merealisasikan rencana tersebut.

Menteri BUMN Rini Soemarno yang turut serta dalam kegiatan itu mengatakan pihaknya sudah mengumpulkan para direktur utama BUMN untuk membahas pembangunan kampus terpadu di lahan seluas enam hektare tersebut. "Minggu depan sudah akan dimulai [pembangunannya]. Kita [akan menyumbang] bareng-bareng," katanya.

Tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menegaskan bahwa negara bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa. "Kalau negara bantu Muhammadiyah maka sama dengan negara membantu dirinya sendiri," kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini.

Pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran Jokowi dalam acara milad tersebut. Jokowi merupakan satu-satunya presiden yang pernah berkunjung ke Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.