Rusak karena Dilintasi Truk Pengangkut Material Bandara, Warga Kulonprogo Blokade Jalan

Kondisi jalan yang diblokade warga di Dusun Karangwuluh, Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (8/1/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
08 Januari 2019 20:03 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Warga Dusun Karangwuluh, Desa Palihan, Kecamatan Temon memblokade jalan setempat Selasa (8/1/2019). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan akibat kerap dilewati truk pengangkut tambang untuk proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Salah satu warga, Anang, 30, mengungkapkan aksi blokade jalan ini dilakukan masyarakat sekitar pada Senin (7/1/2019) malam. Aksi ini sebagai buntut kerusakan jalan di wilayahnya yang telah terjadi sejak tiga minggu belakangan. Musababnya adalah truk pengangkut tambang bertonase berat sementara kondisi jalan tidak mendukung. Walhasil jalan yang semula rata, kini rusak parah.

"Ini sudah minggu ketiga dan kerusakan makan parah, jadi kami inisiatif untuk melakukan blokade jalan. Baru akan kami buka jika sudah ada upaya perbaikan," kata Anang saat ditemui awak media, Selasa siang.

Dia mengatakan belum lama ini warga diundang ke DPRD Kulonprogo dalam upaya penyelesaian permasalahan tersebut. Pihak penambang turut diundang dalam audiensi, akan tetapi tidak datang. Audiensi pun buntu, dan atas saran Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, jika jalan tetap tetap rusak maka warga dipersilahkan melakukan penutupan.

"Saya sebelumnya mendapat saran dari Bu Akhid, kalau jalan tidak layak dilewati maka ditutup. Warga dan para pengendara bahkan sopir yang dari jauh juga setuju [penutupan jalan] karena jika nekat lewat malah bikin rusak kendaraan," kata Anang.

Anang berharap, Pemkab Kulonprogo bisa segera bertindak mengingat jalan yang mereka tutup berstatus jalan kabupaten. "Semoga segera ada perbaikan, agar jalan ini bisa dilewati kembali," ujarnya.