Pariwisata Sleman Hadapi Tantangan Jalan Tol, DPRD Minta Strategi Baru
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY menyampaikan salah satu ruas jalan di Tanjakan Clongop, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul rawan dilewati kendaraan bermotor. Sebab itu, Dinas menyarankan agar pengendara mengambil alternatif jalan lain.
Kepala DPUP-ESDM DIY, Anna Rina Herbranti mengatakan tanah di sekitar ruas jalan tersebut masih bergerak. Dengan musim hujan yang berpotensi memunculkan cuaca ekstrem, ruas jalan tersebut rawan dilalui kendaraan.
“Bila tidak terpaksa sebaiknya jangan melintasi ruas jalan itu,” kata Anna dihubungi, Senin (30/12/2024).
BACA JUGA: Ratusan Warga Gunungkidul Suspek Chikungunya
Anna menambahkan DPUP-ESDM saat ini sedang menganalisis kondisi tanah sekitar. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar kajian dan penghitungan kebutuhan konstruksi. Setelah mendapat hasil kebutuhan, Dinas akan menghitung kebutuhan anggarannya.
Pasca kebutuhan anggaran didapat, Dinas akan mengusulkan kebutuhan anggaran tersebut. “Soalnya anggaran penanganan saat ini belum tersedia,” katanya.
Lebih jauh, Anna mengaku Dinas telah berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan pengamanan di lokasi amblasan.
Sekretaris Dishub Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan mengatakan kepolisian setempat dan Dishub telah menutup titik ambalasan tersebut. “Kami memberikan fasilitas waterbarrier dan rambu peringatan,” kata Bayu.
Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto sebelumnya menyampaikan ruas jalan tersebut amblas dengan panjang sekitar 30 meter dengan kedalaman 2 meter.
Ruas jalan tersebut semakin rawan untuk dilewati lantaran terjadi penurunan secara ajeg. Apabila hujan, ambalasan semakin parah.
Senada dengan Suryanto, Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto juga menyatakan pernurunan terjadi secara ajeg, bahkan tiap hari. Penurunan terjadi 15–20 sentimeter.
Eko juga berpendapat tanah di lokasi amblasan masih bergerak. Bagian dasar tebing mengalami pergerakan mengarah ke aliran sungai di bawahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.