25 KK Transmigran Sleman di Arongo Minta Kepastian Hak Lahan
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY menyampaikan salah satu ruas jalan di Tanjakan Clongop, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul rawan dilewati kendaraan bermotor. Sebab itu, Dinas menyarankan agar pengendara mengambil alternatif jalan lain.
Kepala DPUP-ESDM DIY, Anna Rina Herbranti mengatakan tanah di sekitar ruas jalan tersebut masih bergerak. Dengan musim hujan yang berpotensi memunculkan cuaca ekstrem, ruas jalan tersebut rawan dilalui kendaraan.
“Bila tidak terpaksa sebaiknya jangan melintasi ruas jalan itu,” kata Anna dihubungi, Senin (30/12/2024).
BACA JUGA: Ratusan Warga Gunungkidul Suspek Chikungunya
Anna menambahkan DPUP-ESDM saat ini sedang menganalisis kondisi tanah sekitar. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar kajian dan penghitungan kebutuhan konstruksi. Setelah mendapat hasil kebutuhan, Dinas akan menghitung kebutuhan anggarannya.
Pasca kebutuhan anggaran didapat, Dinas akan mengusulkan kebutuhan anggaran tersebut. “Soalnya anggaran penanganan saat ini belum tersedia,” katanya.
Lebih jauh, Anna mengaku Dinas telah berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan pengamanan di lokasi amblasan.
Sekretaris Dishub Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan mengatakan kepolisian setempat dan Dishub telah menutup titik ambalasan tersebut. “Kami memberikan fasilitas waterbarrier dan rambu peringatan,” kata Bayu.
Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto sebelumnya menyampaikan ruas jalan tersebut amblas dengan panjang sekitar 30 meter dengan kedalaman 2 meter.
Ruas jalan tersebut semakin rawan untuk dilewati lantaran terjadi penurunan secara ajeg. Apabila hujan, ambalasan semakin parah.
Senada dengan Suryanto, Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto juga menyatakan pernurunan terjadi secara ajeg, bahkan tiap hari. Penurunan terjadi 15–20 sentimeter.
Eko juga berpendapat tanah di lokasi amblasan masih bergerak. Bagian dasar tebing mengalami pergerakan mengarah ke aliran sungai di bawahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.