Pembangunan Sangat Pesat, Angka Pengangguran di Kulonprogo Terus Turun

Sejumlah warga mendatangi Pusat Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja untuk mendapatkan informasi kerja di kompleks Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kulonprogo, Wates, Rabu (9/1/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
10 Januari 2019 13:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO,Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kulonprogo, jumlah pengangguran di Kulonprogo selama empat tahun terakhir terus menurun. Tercatat dari sekitar 8.000 pengangguran pada 2015, pada 2018 turun menjadi 3.778 orang.

Kepala Disnaker Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana, merinci jumlah orang yang menganggur di Kulonprogo pada 2015 berkisar 8.000 orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,7%. "Untuk data terakhir per Agustus 2018 turun lagi menjadi 3.778 orang. Itu data angka, kalau data pengangguran terbuka saat ini berada di kisaran 1,49 persen," kata Eko saat ditemui di kantornya, Rabu (9/1/2019).

Eko mengatakan dengan jumlah yang ada, setiap 200 warga Kulonprogo terdapat tiga orang penangguran. Adapun total jumlah angkatan kerja atau warga yang tidak mengganggur sebanyak 277.000 orang. Sementara tiap tahunnya terdapat rata-rata 3.000 pencari kerja yang mengajukan permohonan surat keterangan pencari kerja (AK 1). "Untuk pencari kerja tahun kemarin [2018] ada 3.891 orang yang ditempatkan kerja sebanyak 3.205 orang, baik untuk lokal, daerah, maupun antarnegara," kata Eko.

Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan angka pengangguran, menurut Eko, di antaranya karena pesatnya pembangunan dan perkembangan dunia pariwisata di Bumi Binangun. Menjamurnya UMKM dan pelatihan kerja bagi warga Kulonprogo agar lebih berkompeten juga menjadi alasan.

Eko mengatakan sejumlah upaya terus dilakukan agar penurunan angka pengangguran di Kulonprogo kian signifikan. Pelatihan kerja dan penambahan program padat karya yang tahun ini sebanyak 23 program menjadi salah satunya. "Tapi harus ada sinergitas dengan seluruh instansi, karena kami hanya sebatas memberi informasi dan melayani masyarakat yang ingin bekerja," kata Eko.

Kabid Tenaga Kerja Disnakertrans Kulonprogo, Susilo, mengatakan kemudahan pencari kerja dalam menerima informasi lowongan kerja yang dilakukan menjadi faktor penurunan angka pengangguran. Lewat aplikasi informasi lowongan kerja Disnakertrans memberikan informasi langsung kepada masyarakat.

"Kami memiliki SMS Gateway untuk menyasar masyarakat perdesaan. Dengan cara ini kami sesuaikan informasi lowongan pekerjaan apa yang pas untuk penerima informasi sesuai kompetensinya," kata Susilo.

Hanya, untuk saat ini kedua fasilitas tersebut masih dikembangkan sehingga belum bisa digunakan secara optimal. "Untuk server aplikasi masih menumpang ke Universitas Kristen Duta Wacana [UKDW], ke depan dipindahkan ke Diskominfo Kulonprogo agar lebih mudah," kata Susilo.