Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Kegiatan padat karya infrastruktur jalan cor blok di Dusun Soronanggan, Kalurahan Panjangrejo, Kapanewon Pundong, Bantul, akhir Amret 2024 lalu./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Pemda DIY melalui Paniradya Kaistimewan menggelontor Rp2,75 miliar untuk program padat karya infrastruktur di wilayah Kabupaten Bantul tahun ini. Padat karya dari dana keistimewaan (Danais) ini akan dimulai pada Juli mendatang.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja dan Transmigrasi, Disnakertrans Bantul, Rumiyati mengatakan tahun ini Bantul mendapatkan alokasi Danais untuk padat karya Rp2,75 miliar. Besaran anggaran tersebut untuk 50 lokasi yang masing-masing lokasi sebesar Rp55 juta.
“Jumlah pekerja tiap lokasinya nanti sebanyak 34 orang. Lama pekerjaan 12 hari,” katanya, Selasa (23/4/2024). Saat ini proses padat karya tersebut masih dalam tahap sosialisasi hingga Mei mendatang.
Dikatakannya setiap pekerja padat karya akan mendapatkan upah harian sebesar Rp70.000 untuk pekerja dan Rp90.000 untuk tukang. Hal ini sesuai dengan tujuian padat karya, yakni mengurangi pengangguran dan juga mensejahterakan warga sekitar.
Selain itu, padat karya dari Danais ini juga difokuskan untuk membangun potensi di masing-masing kalurahan. Seperti potensi wisata, seni, kerajinan, budaya, hingga tata ruang. “Jadi kriteria padat karya dari Danais ini adalah desa-desa yang memiliki potensi,” ucapnya.
Lebih lanjut Rumiyati mengatakan anggaran Danais untuk program apdat karya di Bantul ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp2,2 miliar untuk 40 lokasi. Sementara proses pengajuan proposal apdat karya Danais ini diajukan langsung dari masyarakat ke Paniradya Kaistimewan sehingga Pemda DIY yang langsung melakukan seleksi tiap proposal yang amsuk.
BACA JUGA: Program Padat Karya, Pemkab Bantul Sediakan Bantuan Keuangan Khusus Rp32 Miliar
Selain padat karya dari danais, Disnakertrans Bantul pada Juni mendatang juga akan melaksanakan padat karya dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Disnakertrans DIY sebesar Rp32,4 miliar dengan rincian 276 lokasi masing-masing Rp100 juta dan 24 lokasi masing-masing Rp200 juta.
Jumlah pekerja tiap lokasi dengan anggaran Rp100 juta sebanyak 26 pekerja dan anggaran Rp200 juta sebanyak 52 orang. Target pengerjaan selama 21 hari kerja. Sama dengan padat karya Danais, tiap pekerja dalam padat karya ini mendapatkan upah Rp70.000-90.000 per hari.
“Saat ini sedang dalam proses sosialsiasi kepada masyarakat sampai pertengahan Mei mendatang. Pekerjaannya dimulai pada Juni,” ujarnya.
Ia berharap program apdat karya ini berjalan lancar dan bermanfaat buat masyarakat karena padat karya ini dapat memperlancar akses ekonomi sehingga ke depannya perekonomian masyarakat meningkat dan masyarakat semakin sejahtera, terutama warga miskin. Sebab kriteria pekerja dalam padat karya ini nantinya adalah warga miskin di masing-masing lokasi peekrjaan padat karya.
“Pekerja yang dilibatkan merupakan warga setempat. Jadi sasaran pekerja pada kegiatan padat karya adalah warga miskin, setengah penganggur, dan pengangguran," tandasnya. Padat karya BKK ini diajukan masyarakat melalui Disnakertrans DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw meninggal dunia karena sebab alami di Rusun ASN IKN. Simak kronologi dan perjalanan pengabdiannya.
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
KPK menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar dari rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu dalam pengembangan kasus suap Bupati Rejang Lebong